<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Samsi ngebloG</title>
	<atom:link href="http://saidansam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://saidansam.wordpress.com</link>
	<description>Assalamu&#039;alaikum</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Nov 2011 09:02:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='saidansam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/35ab9fdaee832cdd757bbc41dd454129?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Samsi ngebloG</title>
		<link>http://saidansam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://saidansam.wordpress.com/osd.xml" title="Samsi ngebloG" />
	<atom:link rel='hub' href='http://saidansam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Putus Asa</title>
		<link>http://saidansam.wordpress.com/2011/09/06/143/</link>
		<comments>http://saidansam.wordpress.com/2011/09/06/143/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 10:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saidansam</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABG]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[muda]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[teenage]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saidansam.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Sobat muda muslim, gimana Idul Fitri kemarin rame nggak? Hehehe kok nanya rame, emang bakar petasan. Iya maksudnya meriah nggak? Kumpul bareng keluarga dan keraban, serta teman-teman. Buat yang pulang kampung pasti seru di perjalanannya ya. Macet! Hihihi…nikmati dah macetnya, karena yang penting kamu bisa silaturahim dengan keluarga. Sip deh! Kami di gaulislam juga—meski telat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=143&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sobat muda muslim, gimana Idul Fitri kemarin rame nggak? Hehehe kok nanya rame, emang bakar petasan. Iya maksudnya meriah nggak? Kumpul bareng keluarga dan keraban, serta teman-teman. Buat yang pulang kampung pasti seru di perjalanannya ya. Macet! Hihihi…nikmati dah macetnya, karena yang penting kamu bisa silaturahim dengan keluarga. Sip deh! Kami di gaulislam juga—meski telat ya—ngucapin selamat Idul Fitri. Maaf juga atas segala salah selama ini. Sukses dan barokah buat kuta semua ya.</p>
<p>Bro en Sis, gaulislam edisi pekan ini bahas tentang “putus asa”. Tema yang umum sebenarnya, tetapi saya coba kemas dengan lebih menarik. Oya, pernah nggak ngerasa penat, bosen, terus stress dalam menghadapi hidup? Pasti pernah kan? Bagi yang nggak pernah berarti hidupnya senang selalu, tertawa terus. Eh lama-lama jadi penghuni rumah sakit jiwa, (ujung-ujungnya stres juga). Hwahaha…</p>
<p>Benarkah semua yang kita usahakan selalu gagal, atau apa yang kita inginkan tidak terwujud. Apa iya seseram itu kehidupan kamu? Bukankah Allah telah memberi rizki bagi tiap-tiap mahklukNya? Atau kita yang kurang muhasabah (instropeksi diri)? Bisa jadi kegagalan demi kegagalan yang kita alami adalah suatu cobaan dari Allah Swt atau bahkan mungkin juga buah dari dosa-dosa kita di masa lalu? Hmm… wallahu’alam. Tetapi yang jelas dan pasti, kita harus instropeksi diri tiap saat, Bro.</p>
<p>Beberapa waktu lalu pas pengumuman kelulusan UN, ada banyak yang gembira, tapi nggak sedikit yang putus asa karena gagal lulus ujian. Gara-gara nggak lulus UN, ada yang nekat terjun ke sungai, naik ke atas menara listrik, sampai gantung diri di pohon tauge hehee, bercanda. Semoga kamu bukan salah satu di antara mereka ya!</p>
<p>Beberapa sekolah melalukan pembekalan bagi siswa-siswi nya untuk menghadapi Ujian Nasional dengan mengundang trainer atau motivator. Namun ini hanya awal sebagai penyemangat. Harusnya mereka juga disiapkan untuk menerima dua kemungkinan lulus atau tidak lulus. Sebab, kedua hal itu adalah ibarat dua sisi mata uang berbeda yang tidak mungkin terpisahkan, tul nggak?</p>
<p>Jangan putus asa, Bro! Dunia belum berakhir hanya karena nggak lulus Ujian Nasional, dunia belum berakhir kalo kehidupan ekonomi keluargamu belum juga menunjukkan grafik yang naik. Banyak hal positif dari kondisi yang kamu alami saat ini. Nggak lulus ujian itu biasa. Rejeki manusia bukan ditentukan sama sukses di bidang akademik atau gagal total, tetapi dari rahmat yang Allah Swt berikan. Kebahagiaan yang didapatkan kamu semua jauh lebih banyak ketimbang kondisi ekonomi keluargamu yang morat-marit. Itu semua adalah ujian. Apakah kita bisa bertahan dengan kesabaran, atau malah menjadi kufur karena putus asa. Kitalah yang harus bisa membuktikannya, dan berusaha untuk menjadi hamba yang pandai bersabar dan bersyukur. Ayo, kamu pasti bisa! Insya Allah.</p>
<p><span id="more-143"></span></p>
<p><strong>Kenapa bisa putus asa?</strong><strong></strong></p>
<p>Kegagalan, siapa sih yang nggak pernah mengalaminya? Manusiawi binti wajar kalo kamu gagal. Tetapi kalau didramatisir bisa meningkat ke level akut alias putus asa. Nah! Penyebab putus asa adalah karena pikiran negatif kita lebih kuat ketimbang positifnya. Merasa diri tidak memiki kelebihan, dan sifat malas yang membuat kita jadi cepat menyerah.</p>
<p>Kalau dipikir secara singkat itu sih hal yang wajar dan bisa terjadi kepada siapapun. Eit tunggu dulu, coba pikir lagi deh. Kalau kita tahu bahwa 125 + 56 – 30 : 8 = 3 adalah salah, maka kita harus cari tahu jawaban yang benar. Hayo berapa coba? Pusing! Putus asa ya? Udah nggak usah dipikirin itu cuma analogi aja.</p>
<p>Simpelnya gini, putus asa adalah hal yang tidak baik dan salah! Kalau putus asa itu bisa terjadi pada siapapun, maka harusnya kita bisa mempersiapkan diri supaya tidak menimpa diri kita dan belajar dari kegagalan orang lain atau yang pernah kita alami, setuju ngak nih? Harus setuju! (lho?)</p>
<p>Nah! lantas persiapan apa dan cara mengatasinya bagaimana? Iya, bagaimana tuh? (lah gue aja nggak tahu!)</p>
<p>Oke-oke kita coba bahas sama-sama ya! <em>So</em>, baca terus tulisan ini! <em>(</em><em>BTW ini dialog aneh amat, ada berapa orang sih? kok gue nanya sendiri jawab sendiri</em>? Hahaha….)</p>
<p>Bro en Sis pecinta gaulislam, nggak ada di antara kita yang bertujuan untuk gagal, tapi kenapa sih kegagalan musti ada di sela-sela usaha kita? Ya, karena bin <em>because</em> mengapa why kapan went siapa who, hayyah ngelantur! Bisa jadi gagal adalah ujian supaya kita lebih siap lagi di masa yang akan datang. Iya nggak, Mas Bro?</p>
<p>Banyak problem hidup yang membuat seseorang ketimpa rasa putus asa. Misal, setelah lulus dari sekolah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi kemudian mereka dihadapkan dengan sulitnya mendapatkan pekerjaan, ketatnya persaingan dan kesempatan kerja yang sedikit, huft! Alhasil jadilah pengangguran.</p>
<p>Tahu ngak sih kalau menganggur itu adalah pekerjaan yang sulit lho! Nggak percaya? Nih ya, saat di rumah disuruh naik ke atap benerin genteng yang bocor, ngegali sumur, ngepel kolam renang, cabutin rumput lapangan bola, menyapu jalan raya hahah! Menganggur juga bisa membuat pikirkan jadi nggak karuan, mikirin omongan tetangga, mikirin masa depan, mikirin hutang, makan tak enak tidur pun tak nyenyak, aduh horror yah! Woii bangun-bangun! Ini sih lamunan negatif, jangan dipraktekkan!</p>
<p><strong>Dilarang putus asa dari rahmat Allah</strong><strong></strong></p>
<p>Seperti yang sudah gue bilang sebelumnya bahwa setiap orang bisa aja kecewa dan di awal-awal merasa putus asa (harapan). Tetapi, jika dilakukan terus menerus berarti dia sedikit atau malah banyak menjadi tidak mempercayai atas nikmat yang diberikan Allah Swt. berarti juga tidak sabar dalam mendapat ujian hidup, apalagi jika sampai menyalahkan Allah Swt.</p>
<p>Bro end Sis, kita juga rajin-rajin berinstropeksi diri, karena banyak orang mengira telah mendapat ujian dari Allah padahal mungkin ini adalah teguran bahkan mungkin ‘azab’ atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Bisa juga banyak yang mendapat ujian dari Allah, tapi ia putus asa dari rahmat Allah Ta’ala.</p>
<p>Dikisahkan dalam al-Quran tentang pesan Nabi Yakub AS kepada anak-anaknya tatkala hendak berangkat ke Mesir untuk mencari Yusuf: <em>”…..</em><em>dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir</em>.<em>”</em> <strong>(QS Yusuf [12]: 87)</strong></p>
<p>Nah kan, putus asa itu dosa loh! Terlebih bisa masuk ke golongan orang-oranng kafir, <em>Na’udzubillahiminzalik</em>. Allah Swt. juga mencela orang yang cepat berputus asa: “<em>Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan</em>”<strong>(QS Fushshilat [41]: 49)</strong></p>
<p>Dalam ayat lain Allah Swt. menyampaikan: “<em>Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih</em>” <strong>(QS Huud [11]: 9)</strong></p>
<p>Lantas kenapa musti berputus asa dari rahmat Allah, padalah Allah menjanjikan pahala dan kemudahan: “<em>Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan</em>” <strong>(QS al-Insyirah [94]: 5-6)</strong></p>
<p>Kalau kita memahami dan memahami hakikat hidup ini maka kita akan lebih bersabar ketika menerima cobaan, lebih tegar dalam menghadapi musibah dan lebih kuat mental dalam menghadapi tantangan hidup. Sebab, Allah Swt. tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan kita. Allah Swt.berfirman: <em>“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”</em> <strong>(QS al-Baqarah [2]: 286)</strong></p>
<p><strong>Jangan menyerah, bangkitlah!</strong><strong></strong></p>
<p>Kita harus meyakini betul hakikat kehidupan ini supaya tidak mudah putus asa. Nah! Ini ada sedikit saran supaya kita tetap semangat untuk menjalani hidup untuk meraih kesuksesan.</p>
<p><em>Pertama</em>, usahakan untuk selalu berfikir positif, buang jauh-jauh pikiran negatif meskipun sedikit tapi teruslah berfikir positif, karena biasanya dari seribu pikiran negatif cuma satu saja yang benar, kalaupun itu terbukti, jadikan sebagai cara untuk memperbaiki diri.</p>
<p><em>Kedua</em>, yakin kalau kita ini memiliki kelebihan, lebih banyak memikirkan kelebihan kita dari pada kekurangan kita. Terus kalau kita sendiri nggak tahu kelebihan kita gimana? Ah simpel, tanya ke orang yang dekat dengan kita apa saja kelebihan kita atau ingat-ingat prestasi kita di masa lalu untuk mempertebal rasa percaya diri kita bahwa kita mempunyai kemampuan.</p>
<p><em>Ketiga</em>, jangan terlalu menghiraukan orang lain yang membicaran tetang keburukan atau kegagalan yang pernah kita alami, karena bisa menjadikan kita patah arang dan tidak bersemangat, kalau pun terus menggagu pikiran, jadikan hal tersebut sebagai penyemangat kita untuk jadi yang lebih baik dan membuktikan bahwa kita tidak seperti yang mereka katakan.</p>
<p><em>Keempat</em>, paksa diri! Loh kok? Iya paksa diri untuk terus berkarya, lawan rasa putus asa dengan terus bergerak maju (baca berusaha), berhentilah mengeluh dan bermalas-malasan. Kalo kamu merasa berat melakukan kebaikan, terus maju. Sebab pasti ada pahala di sana. Allah Swt. berfirman: “<em>Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui</em>” <strong>(QS at-Taubah [9]: 41)</strong></p>
<p><em>So</em>, tetap semangat ya. Apalagi Allah Swt. sudah memerintahkan kita untuk terus bergerak walau terasa berat dan harus memaksakan diri. Masih ada waktu dan masih ada hari esok untuk menggapai cita-cita untuk meraih harapan. Teruslah bergerak dengan arah yang pasti, tentunya sesuai jalan yang diridhoiNya. Jika kita tetap berpegang teguh pada jalanNya insya Allah kita diberi kemudahan untuk meraih kesuksesan dan lebih lapang dada jika kita gagal.</p>
<p>Teruslah bersyukur seluas langit dan bumi atas segala nikmat yang diberikanNya. Nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat menghirup oksigen (bernafas) dan semua nikmat yang adakalanya lupa kita syukuri. Masih ada kehidupan akhirat yang musti kita pikirkan dan siapkan bekalnya, karena biasanya orang yang berputus asa hanya sibuk memikirkan urusan duniawinya saja dan ketika mereka gagal seakan semuanya berakhir padahal kita belum cukup pembekalan di akhirat nanti. <em>So</em>, tetap semangat! <strong>[samsi: samsi_hn@yahoo.co.id]</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saidansam.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saidansam.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saidansam.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saidansam.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saidansam.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saidansam.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saidansam.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saidansam.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saidansam.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saidansam.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saidansam.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saidansam.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saidansam.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saidansam.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=143&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saidansam.wordpress.com/2011/09/06/143/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550eba959b3a9a2492fd75c0b3fb30a1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">saidansam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>from &gt;&gt; http://hajirikhusyuk.wordpress.com</title>
		<link>http://saidansam.wordpress.com/2010/07/22/from-httphajirikhusyuk-wordpress-com/</link>
		<comments>http://saidansam.wordpress.com/2010/07/22/from-httphajirikhusyuk-wordpress-com/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 13:03:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saidansam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saidansam.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Dari Anta: Solo the spirit of Islam Pengertian makrifat Perkara yang wajib dima’rifati (dikenal secara utuh) dari tentang Alloh: 1 . Eksistensi Dzat-Nya. 2. Eksistensi Sifat-Sifat-Nya. 3. Eksistensi Asma-Nya. 4. Eksistensi Af’al-Nya. 5. Eksistensi Rububiyah-Nya. 6. Eksistensi Mulkiyah-Nya, dan 7. Eksistensi Uluhiyah-Nya. 1.         Eksistensi Dzat Alloh. Dzat Alloh itu hanya ada satu, tidak dua, tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=117&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dari Anta:</strong></p>
<p><strong>Solo the spirit of Islam</strong></p>
<p><strong>Pengertian makrifat</strong></p>
<p><strong>Perkara yang wajib dima’rifati (dikenal secara utuh) dari tentang Alloh:</strong></p>
<p><strong>1 . Eksistensi Dzat-Nya.<br />
2. Eksistensi Sifat-Sifat-Nya.<br />
3. Eksistensi Asma-Nya.<br />
4. Eksistensi Af’al-Nya.<br />
5. Eksistensi Rububiyah-Nya.<br />
6. Eksistensi Mulkiyah-Nya, dan<br />
7. Eksistensi Uluhiyah-Nya.</strong></p>
<p><strong>1.         Eksistensi Dzat Alloh.</strong></p>
<p><strong>Dzat Alloh itu hanya ada  satu, tidak dua, tidak tiga, dst. Langit dan bumi beserta seluruh  isinya; manusia, hewan, binatang, tumbuhan, matahari, bulan, bintang,  planet, orang Islam, kristen, hindu, budha,koh hu cu dan lain-lain;  tuhannya hanya satu, yakni Alloh Qs 112:1-4</strong></p>
<p><strong>Mungkinkah… planet bumi yang hanya ada satu ini tuhannya lebih dari satu….?</strong></p>
<p><strong>Tidak ada sesuatupun  yang memiliki titik sama seruapa, atau semisal dengan bentuk dan dimensi  Dzat Alloh sehingga keberadaan; bentuk, dan dimensi Dzat Alloh tidak  akan pernah terbayang oleh akal dan tidak akan pernah tersirat dalam  hati.. Akan tetapi keberadaan Dzat Alloh akan bisa ditemukan hanya oleh  Hamba-Nya yang memiliki Qolbun Salim (Hati atau Jiwa Yang Bersih), yakni  bersih dari kemusyrikan.</strong></p>
<p><strong>Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan (Bentuk Dzat) Dia. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat Qs 42:11.</strong><br />
<strong>Dan tidak ada sesuatupun yang semisal dengan (dimensi Dzat) Dia Qs 112:4.</strong></p>
<p><strong>2.    Eksistensi Sifat Alloh</strong></p>
<p><strong>Keberadaan Sifat Alloh adalah melekat pada Dzat-Nya. Sifat Alloh yang wajib diyakini oleh kita ada 13, yakni;</strong><br />
<strong>(1) WUJUD, artinya; Ada.  Keberadaan Dzat Alloh tidak ada awalnya dan tidak ada yang  menciptakan-Nyapertama kali. Jika keberadaan Dzat Alloh ada  permulaan-Nya, maka berarti harus ada Dzat yang menciptakan pertama kali  (DAOR); jika hal tersebut terjadi, maka berarti keberadaan Dzat Alloh  itu LEMAH, jika Alloh Lemah maka MUSTAHIL.</strong><br />
<strong>(2) QIDAM, artinya;  Terdahulu, dimana terdahulunya Dzat Alloh tidak ada Dzat yang  menciptakan-Nya dan tidak ada awal-Nya. Jika keberadaan Dzat Alloh itu  ada awal-Nya. maka keberadaan Dzat Alloh sangat membutuhkan terhadap  Dzat yang telah mengadakan pertama kalinya, jika hal tersebut terjadi,  maka berarti keberadaan Dzat Alloh itu bersifat LEMAH, Jika Alloh Lemah…  maka itu mah bukan TUHAN.</strong><br />
<strong>(3) BAQO, artinya; Kekal, kekal-Nya Dzat Alloh tidak ada awal-Nya dan tidak akan pernah ada akhir-Nya.</strong><br />
<strong>(4) MUKHOLAFATULIL HAWADITS,  artinya; Berbeda dengan sesuatu. Keberadaan Dzat Alloh tidak ada titik  sama dengan sesuatu apa pun. Tidak ada sestupun yang serupa, semisal  atau setara dengan keberadaan Dzat Alloh.</strong><br />
<strong>(5) QIYAMUHU BINAFSIH,  artinya; Berdiri sendiri, Keberadaan atau eksistensi Dzat Alloh tidak  memerlukan pihak lain untuk mengadakan diri-Nya, dan tidak memerlukan  tempat untuk bertempat tinggal/bernaung/berlindung.</strong><br />
<strong>(6) WAHDANIYAT, artinya; Satu, Dzat Tuhan itu hanya ada satu, yakni Alloh saja. Diluar Alloh bukan Tuhan tapi makhluk hasil ciptaan Tuhan.</strong><br />
<strong>(7) QUDROT, artinya;  Kuasa, keberadaan Dzat Alloh ialah berkuasa penuh untuk mengadakan dan  mentiadakan segala sesuatu. Kekuasaan Alloh itu tidak ada awal-Nya,  tidak kadang-kadang kuasa dan tidak akan pernah ada akhir-Nya.</strong><br />
<strong>(8) IRODAH, artinya  Berkehendak, Keberadaan Dzat Alloh memiliki kehendak, keinginan, rencana  (Program), Setiap kehendak, keinginan, rencana atau program Alloh pasti  terjadi, tidak akan pernah gagal.</strong><br />
<strong>(9) ILMU, artinya Mengetahui, Pengetahuan Dzat Alloh bukan hasil belajar/riset, tidak ada awal-nya dan tidak akan pernah ada akhirnya.</strong><br />
<strong>(10) HAYAT, artinya; Hidup, Hidup-Nya Dzat Alloh tidak ada awal-Nya, tidak ada yang menghidupkan dan tidak akan pernah ada akhir-Nya.</strong><br />
<strong>(11) BASHOR,  artinya; Melihat-Nya Dzat Alloh tidak terbatas oleh tempat, ruang dan  waktu. Karena melihat.-Nya Dzat Alloh bukan dengan indra mata, tapi  dengan sifat SAMA-NYA DIA.</strong><br />
<strong>(12) SAMA, artinya;  Mendengar-Nya Dzat Alloh tidak terbatas oleh tempat, ruang dan waktu.  Karena melndengar.-Nya Dzat Alloh bukan dengan indra telinga, tapi  dengan sifat BASHOR-NYA DIA.</strong><br />
<strong>(13) KALAM, artinya Berbicara. Berbicara-Nya Dzat Alloh bukan dengan suara, isyarat atau kode, tapi dengan sifat KALAM-NYA DIA.</strong></p>
<p><strong>Kesimpulan:<br />
TIDAK ADA SESUATU PUN YANG MEMILIKI TITIK SAMA DENGAN SIFAT-SIFAT YANG DIMILIKI OLEH DZAT ALLOH DENGAN SELURUH KESEMPURNAAN-NYA.</strong></p>
<p><strong>3.       Makrifat Terhadap Eksistensi Asma Alloh (Mengenal Nama-Nama Alloh).</strong><br />
<strong>1. Lafadz Alloh adalah merupakan nama Tuhan Sang Pencipta,  Pemilik, Penggenggam, Pemelihara, Pengurus, Pengatur, Pengendali dan  Penguasa Alam semesta; langit dan bumi beserta seluruh isinya. Tidak ada  Tuhan kecuali Alloh dan diluar Alloh namanya bukan Tuhan, tapi makhluk  hasil ciptaan Tuhan. Dan seluruh Kitab Suci yang telah diwahyukan kepada  Para Rosul-Nya, menerangkan bahwa nama Tuhan itu ialah Alloh Qs 13:16.  Alloh ialah satu-satunya Raja yang hak di abdi, dipuja, diagungkan,  disanjung, dijadikan kekasih dan yang hak dijadikan idola oleh setiap  makhluk yang ada di langit dan di bumi ini. Adapun untuk nama-nama lain  dari Alloh yang ada dalam Asma’ul Husna, maka menunjukkan pula  keberadaan sifat yang melekat pada Dzat Alloh dan merupakan kata berita  yang menerangkan tentang keberadaan Sifat-Sifat Alloh.</strong><br />
<strong>2. Ar-Rohman (Maha Pengasih) Qs 2:163 / 13:30 / 20:5,109 / 50:33 / 78:38 .<br />
3. Ar-Rohim (Maha Penyayang) Qs 1:3 / 4:64 / 27:30 / 34:2.<br />
4. Al-Malik (Maha Merajai) Qs 3:26 / 59:23.<br />
5. Al-Quddus (Maha Berih dari Noda dan Cacat) Qs 59:23 / 62:1.<br />
6. As-Salam (Maha Penyelamat) Qs 59:23.<br />
7. Al-Mu’min (Maha Pemelihara Keamanan) Qs 59:23.<br />
8. Al-Muhaimin (Maha Penjaga) Qs 5:48 / 59:23.<br />
9. Al-Aziz (Maha Perkasa) Qs 3:4 / 11:66 / 27:9 / 38:66 / 54:42 / 59:23.<br />
10. Al-Jabbar (Maha Agung) Qs 59:23 .<br />
11. Al-Mutakabbir (Maha Megah / Maha Angkuh) Qs 59:23.<br />
12. Al-Kholiq (Maha Pencipta) Qs 6:102 / 15:28 / 40:62.<br />
13. Al-Bari (Maha Pembuat) Qs 2:54 / 59:23.<br />
14. Al-Mushowwir (Maha Pembentuk) Qs 3:6 / 40:64 / 59:24<br />
15. Al-Ghoffar (Maha Pengampun) Qs 38:66 / 39:5 / 71:10.<br />
16. Al-Qohhar (Maha Pemaksa) Qs 13:16 / 38:65 / 39:4.<br />
17. Al-Wahhab (Maha Pemberi) Qs 3:8 / 38:9.<br />
18. Al-Rozzak (Maha Pemberi Rizki) Qs 51:58.<br />
19. Al-Fattah (Maha Membukakan) Qs 34:26.<br />
20. Al-‘Alim (Maha Mengetahui) Qs 2:181,247 / 3:35 / 6:13.<br />
21. Al-Qobidl (Maha Menggenggam dan Menahan) Qs 2:245.<br />
22. Al-Basit (Maha Meluaskan / Melepaskan) Qs 17:30.<br />
23. Al-Khofid (Maha Menjatuhkan / Merendahkan) Qs 56:23.<br />
24. Ar-Rofi (Maha Mengangkat) Qs 2:253 / 3:55 / 58:11.<br />
25. Al-Mu’iz (Maha Memberi Kemuliaan) Qs 3:26.<br />
26. Al-Mudzil (Maha Memberi Kehinaan) Qs 3:26.<br />
27. As-Sami’ (Maha Mendengar) Qs 2:181 / 6:13 / 17:1 / 40:20,56.<br />
28. Al-Bashir (Maha Melihat) Qs 4:58 / 17:71 / 40:20,56 / 67:59.<br />
29. Al-Hakam (Maha Penetap Hukum) Qs 5:58 / 6:114 / 10:109 / 12:40 / 13:41.<br />
30. Al-‘Adlu (Maha Adil).<br />
31. Al-Latif (Maha Halus / Lembut) Qs 6:103 / 12:100 / 67:14.<br />
32. Al-Khobir (Maha Waspada) Qs 6:18,103 / 34:1 / 59:18 / 100:1.<br />
33. Al-Halim (Maha Penghiba / Penyantun) Qs 9:114 / 17:44 / 64:17.<br />
34. Al-‘Azhim (Maha Agung) Qs 3:74 / 56:96 / 69:52.<br />
35. Al-Ghofur (Maha Kaya) Qs 2:235 / 34:2 / 48:14 / 64:14.<br />
36. Asy-Syakur (Maha Pembalas) Qs 35:30 / 64:17.<br />
37. Al-‘Aliy (Maha Tinggi) Qs 2:255 / 4:34 / 22:62 / 40:12.<br />
38. Al-Kabir (Maha Besar) Qs 13:9 / 22:62 / 40:12.<br />
39. Al-Hafizh (Maha Pemelihara) Qs 11:57 / 12:64 / 42:6 / 50:52.<br />
40. Al-Mukit (Maha Memberi Kecukupan).<br />
41. Al-Hasib (Maha Penghitung) Qs 4:6 / 6:62.<br />
42. Al-Jalil (Maha Luhur) Qs 55:27.<br />
43. Al-Karim (Maha Pemurah) Qs 27:40.<br />
44. Ar-Roqib (Maha Peneliti / Mengawasi) Qs 4:1 / 33:52.<br />
45. Al-Mujid (Maha Mengabulkan) Qs 2:186 / 11:61 / 37:35.<br />
46. Al-Wasi (Maha Luas) Qs 2:247 / 3:73 / 24:32.<br />
47. Al-Hakim (Maha Bijaksana) Qs 6:83 / 11:1 / 95:8 / 27:9 / 34:1 / 39:1.<br />
48. Al-Wadud (Maha Mengasihi) Qs 11:90 / 85:14.<br />
49. Al-Majid (Maha Mulia) Qs 11:73 / 85:15.<br />
50. Al-Ba’its (Maha Membangkitkan) Qs 2:56 / 16:84 / 16:89.<br />
51. Asy-Syahid (Maha Menyaksikan) Qs 33:55 / 34:47.<br />
52. Al-Haq (Maha Benar) Qs 22:62 / 31:30.<br />
53. Al-Wakil (Maha Memelihara Penyerahan) Qs 4:81 / 17:65.<br />
54. Al-Qowiy (Maha Kuat) Qs 8:52 / 11:66 / 57:25.<br />
55. Al-Mathin (Maha Kokoh) Qs 7:183 / 51:58 / 68:45.<br />
56. Al-Waliy (Maha Melindungi) Qs 4:45 / 42:28 / 33:17.<br />
57. Al-Hamid (Maha Terpuji) Qs 11:73 / 14:1 / 42:28.<br />
58. Al-Muhshi (Maha Menghitung / Menghisab) Qs 19:94 / 72:28.<br />
59. Al-Mubdi (Maha Memulai) Qs 33:37 / 85:13.<br />
60. Al-Mu’id (Maha Mengulangi) Qs 85:13.<br />
61. Al-Muhyi (Maha Menghidupkan) Qs 30:50 / 44:8.<br />
62. Al-Mumit (Maha Mematikan) Qs 44:8.<br />
63. Al-Hayyu (Maha Hidup) Qs 2:255 / 3:2 / 40:65.<br />
64. Al-Qoyyum (Maha Berdiri Sendiri) Qs 2:255 / 3:2 / 20:111.<br />
65. Al-Wajid (Maha Kaya) Qs 93:6-8.<br />
66. Al-Majid (Maha Mulia) Qs 85:15.<br />
67. Al-Wahid (Maha Esa) Qs 13:16 / 21:108 / 38:65.<br />
68. Ash-Shomad (Maha Dibutuhkan) Qs 112:2.<br />
69. Al-Qodir (Maha Kuasa / Maha Berdaulat) Qs 30:50,54 / 6:65 / 10:65.<br />
70. Al-Muqtadir (Maha Menentukan) Qs 18:45.<br />
71. Al-Muqoddim (Maha Mendahulukan) 15:24.<br />
72. Al-Mu’akhir (Maha Mengakhirkan) Qs 15:24 / 11:104.<br />
73. Al-Awwal (Maha Pertama) Qs 57:3.<br />
74. Al-Akhir (Maha Akhir) Qs 57:3.<br />
75. Adz-Dzohir (Maha Nyata) Qs 57:3.<br />
76. Al-Bathin (Maha Tersembunyi) Qs 57:3.<br />
77. Al-Wali (Maha Menguasai / Memimpin) Qs 13:11 / 12:101.<br />
78. Al-Muta’ali (Maha Suci) 13:9.<br />
79. Al-Barri (Maha Dermawan) Qs 52:28.<br />
80. At-Tawwab (Maha Penerima Taubat) Qs 2:54 9:104 / 110:16.<br />
81. Al-Muntaqim (Maha Menyengsarakan) 39:37 / 43:41 / 44:16.<br />
82. Al-‘Afuw (Maha Pemaaf) Qs 4:43,99 / 22:60.<br />
83. Ar-Rouf (Maha Mensejahterakan) Qs 2:207 / 9:117 / 59:10.<br />
84. Al-Malikul Mulk (Maha Menguasai Kerajaan / Pemerintahan) Qs 3:26.<br />
85. Dzul Zalali Wal Ikrom (Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan) Qs 55:27.<br />
86. Al-Muqsith (Maha Mengadili) Qs 3:18.<br />
87. Al-Jami’ (Maha Mengumpulkan) Qs 3:9 / 4:172 / 42:29.<br />
88. Al-Ghoniy (Maha Kaya) Qs 4:131 / 6:133 / 22:64.<br />
89. Al-Mughni (Maha Memberi Kekayaan).<br />
90. Al-Mani’ (Maha Pembela).<br />
91. Ad-Adoru (Maha Mencelakakan) Qs 48:11.<br />
92. An-Nafi’ (Maha Memberi Kesenangan) Qs 48:11.<br />
93. An-Nur (Maha Bercahaya) Qs 39:22.<br />
94. Al-Hadi (Maha Pembimbing) Qs 39:23.<br />
95. Al-Badi (Maha Pembaharu) Qs 2:117.<br />
96. Al-Baqi (Maha Kekal) Qs 55:27.<br />
97. Al-Warits (Maha Pewaris) Qs 15:23 / 21:89.<br />
98. Ar-Rosyid (Maha Cerdik / Maha Pandai) Qs 18:10 / 18:17.<br />
99. As-Shobur (Maha Penyabar) Qs 7:153.</strong></p>
<p><strong>Kesimpulan: TIDAK ada sesuatupun yang memiliki titik sama dengan keberadaan Nama-Nama Alloh dengan seluruh keempurnaan-Nya.</strong></p>
<p><strong>4.       Ma’rifat Eksistensi Af’al Alloh (Mengenal Pekerjaan Alloh).</strong></p>
<p><strong>Segala sesuatu yang ada dan terjadi di langit maupun di planet bumi ini adalah merupakan buah karya /hasilkerja Alloh SWT.</strong></p>
<p><strong>Wujud Af’al Alloh ada 2, yaitu;</strong><br />
<strong>(1) Af’al Alloh Taqwin / Af’al Alloh Mudthor.</strong></p>
<p><strong>Yaitu pekerjaan Alloh yang tidak melibatkan upaya makhluk,  seperti Alloh menciptakan, memelihara dan mengendalikan langit, bintang,  matahari, bulan dan bumi. Atau Alloh menciptakan, memelihara dan  mengendalikan ruh, jantung, darah, pernafasan dan alat pencernaan yang  ada pada binatang dan manusia.</strong></p>
<p><strong>(2) Af’al Alloh tasyri / Af’al Alloh Mukhtar.</strong></p>
<p><strong>Yaitu pekerjaan Alloh yang secara kasad mata kita ada  ikutserta dan upaya makhluk, seperti Alloh menciptakan bangunan, rumah,  kendaraan, jalan, pakaian, alat tulis dan lain-lain.</strong></p>
<p><strong>Perkara yang mendukung terwujudnya Af’al Alloh Tasyri atau Af’al Alloh Mukhtar:</strong></p>
<p><strong>(a)   Adanya Dzat Alloh Yang Berkuasa untuk menciptakan,  menggenggam, memelihara dan mengendalikan alam semesta beserta seluruh  isinya.</strong><br />
<strong>(b) Adanya sumber daya manusia yang telah diciptakan, dipelihara  dan dikendalikan tiap organ tubuhnya supaya berfungsi sesuai dengan  kehendak dan tujuan Alloh.</strong><br />
<strong>(c) Adanya sumber bahan (sumber daya alam) yang telah disediakan oleh Alloh.</strong></p>
<p><strong>(d) Adanya ide dan ilmu pengetahuan hasil ciptaan Alloh yang  kemudian disimpan pada memory akal manusia yang selanjutnya dipelihara  dan difungsikan sesuai dengan kehendak-Nya.</strong><br />
<strong>(e) Adanya unsur-unsur lain yang tidak bisa dipisahkan dari  kehidupan manusia seperti; oksigen, air, makanan, cahaya, gaya  grafitasi, suhu, matahari, tumbuhan, daging hewan, ikan (flora dan  fauna), dan lain sebagainya yang keseluruhannya itu disediakan dan  dikendalikan penuh oleh Alloh SWT.</strong></p>
<p><strong>Fungsi dan kedudukan Alloh adalah sebagai fa’il (subjek),  yakni; yang mengadakan, yang mengerjakan, yang mengendalikan dan yang  akan mentiadakan seluruh makhluk. Itulah wujud af’al Alloh. Sedangkan  fungsi dan kedudukan makhluk adalah hanyalah sebagai maf’ul (objek),  yakni yang diadakan, yang diciptakan, yang dihidupkan, yang dimampukan,  yang dikuasakan, yang dipelihara, yang digerakkan dan yang dikendalikan  sepenuhnya oleh Alloh Sang Pemilik dan Penguasa langit dan bumi beserta  seluruh isinya Qs 10:3,55 / 19:65 / 20:6.</strong></p>
<p><strong>Kesimpulan: Tidak ada sesuatupun yang mampu untuk  menghasilkan atsar kerja atau hasil kerja (af’al) kecuali hanya Alloh  saja. Dan tidak ada sesuatupun yang setara, sebanding, serupa atau  semisal dengan hasil pekerjaan Alloh (af’al Alloh).</strong></p>
<p><strong>5.       Makrifat Kepada Rububiyah Alloh.</strong></p>
<p><strong>Pengertian Rububiyah;</strong></p>
<p><strong>Kata Rububiyah berasal dari kata; Robb yang secara bahasa  merupakan kata kerja dari; Robb-Yarobbu-Robban, yang berarti; Pencipta,  Pengatur, Pemelihara, Pemilik.</strong></p>
<p><strong>(a) Pencipta segala sesuatu;<br />
Pencipta risalah (ajaran, tuntunan, pedoman dan konsep hidup).<br />
Pencipta syari’at; aturan / undang-undang danPencipta hukum.<br />
Pencipta alam semesta beserta seluruhw isinya.</strong></p>
<p><strong>(b) Pengatur (Pembuat aturan dan hukum).<br />
(c) Pemelihara.<br />
(d) Pemilik segala sesuatu.</strong></p>
<p><strong>Sedangkan kata bendanya adalah Robbun dengan bentuk jamaknya Arbaabun yang berarti; Pemilik, Majikan, Tuan atau Tuhan.</strong></p>
<p><strong>Jadi yang dimaksud  dengan Tauhid Rububiyah adalah meyakini, mengakui dan menetapkan dalam  hati bahwa langit dan bumi beserta seluruh isinya adalah merupakan hasil  ciptaan dan milik Alloh SWT Qs 10:3,55 / 20:6, maka yang berhak untuk  menciptakan ajaran; syari’at, aturan, undang-undang dan hukum untuk  dijadikan pedoman dalam manata dan mengatur seluruh makhluk yang ada di  langit dan di bumi ini hanya-lah hak Alloh saja Qs 7:54 / 22:67 / 42:13 /  45:18 / 13:37,41 / 10:37 / 6:57 / 33:36. Jika ada manusia yang  menciptakan ajaran; syari’at, aturan, undang-undang dan hukum, tanpa ada  otoritas (kewenangan resmi) dari Alloh SWT, maka itulah orang yang  divonis oleh Alloh SWT sebagai Thogut (pemberontak / perebut hak Alloh).  Qs 4:60,76 / 6:112,123.<br />
Ingatlah…!!! Menciptakan (segala sesuatu) dan memerintah hanyalah hak Alloh Qs 7:54.</strong></p>
<p><strong>Sedangkan orang yang diberi otoritas (kewenangan resmi) oleh  Alloh SWT untuk menggulirkan ajaran; aturan dan hukum hasil ciptaan  Alloh (Kitabulloh) di bumi ini hanya-lah para Rosul-Nya (Nabi Adam AS  hingga Nabi Muhammad SAW) Qs 7:158 / 21:105 / 42:13 / 9:33 / 48:28 /  61:9. Pangkat seorang Rosul saja tidak berhak untuk menciptakan ajaran;  aturan dan hukum, ia hanya sebatas seorang mandataris Alloh SWT  (pengemban amanat dari Alloh SWT). Setelah Rosululloh SAW wafat kemudian  mandat (amanat) tersebut dilanjutkan oleh Ulil amri-Nya (kholifah /  imam / pimpinan Dinul Islam berikutnya) seperti; Abu Bakar Sidiq r.a,  Umar bin Khotob r.a, Utsman bin Affan r.a, Ali bin Abi Tholib r.a, dan  seterusnya hingga sekarang ini Qs 3:144 / 4:59 / 24:55.</strong></p>
<p><strong>Kesimpulan: Ciri-Ciri Orang Yang Ma’rifat kepada Rububiyah  adalah ia menyakini bahwa hanya Alloh saja satu-satunya Dzat yang berhak  menduduki jabatan sebagai Robb (Pengatur; Pencipta aturan dan hukum)  baik di langit maupun di planet bumi ini, di luar Alloh status  jabatannya bukan sebagai Robb tapi sebagai makhluk yang harus tunduk,  patuh dan taat secara totalitas terhadap aturan dan hukum yang telah di  sediakan oleh tuhannnya.</strong></p>
<p><strong>Orang yang meyakini bahwa di luar ada sesuatu yang memiliki  fungsi; kedudukan / jabatan sebagai Robb, maka berarti ia sedang dalam  keadaan MUSYRIK RUBUBIYAH.</strong></p>
<p><strong>Sedangkan jika ada orang yang tidak mengakui eksistensi  fungsi; kedudukan/jabatan Alloh sebagai Robb, maka ia sedang dalam  keadaan KAFIR RUBUBIYAH.</strong></p>
<p><strong>6.        Makrifat Kepada Eksistensi Mulkiyah Alloh</strong> <strong>Pengertian Mulkiyah.</strong></p>
<p><strong>Kata Mulkiyah berasal dari kata Al-Malik, yang berarti;</strong></p>
<p><strong>(a) Raja Qs 1:4 / 20:114 / 23:116 / 114:2.<br />
Nama lain dari Raja adalah;</strong></p>
<p><strong> Penguasa, (Pemilik dan Pengendali Kekuasaan).<br />
Pemimpin, (Pucuk Pimpinan / Pimpinan Tertinggi).<br />
Pemerintah, (Tukang Nitah / Tukang Nyuruh; Kepala Pemerintahan).</strong></p>
<div><strong>(b) Lembaga Kerajaan Qs 2:251 / 5:120 / 6:73 / 22:56 / 25:2 / 57:5 / 67:1.<br />
Nama lain dari Lembaga Kerajaan (Mulkiyah) adalah;<br />
Lembaga Daulah (Lembaga Kekuasaan / Lembaga Kedaulatan) Qs 6:73 / 22:56 / 23:88 / 25:2-3.<br />
Lembaga Kepemimpinan (Lembaga Khilafah) Qs 38:26.<br />
Lembaga Pemerintahan (Lembaga Negara) Qs 2:247,251,258.</strong></div>
<div><strong> </strong></div>
<div><strong> </strong></div>
<div><strong> </strong></div>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Ingatlah…!!! Menciptakan (segala sesuatu) dan memerintah hanyalah hak Alloh Qs 7:54.</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Jadi yang  dimaksud dengan orang Ma’rifat Kepada Mulkiyah adalah ia meyakini,  mengakui dan menetapkan dalam hati bahwa langit dan bumi beserta seluruh  isinya adalah merupakan hasil ciptaan dan milik Alloh SWT Qs 10:3,55 /  20:6, maka yang berhak untuk mendirikan Lembaga Kerajaan / Lembaga  Pemerintahan di Jagat Raya ini dan yang berhak untuk memimpin dan  memerintah seluruh makhluk yang ada di dalamnya ialah hanya-lah hak  Alloh saja Qs 7:54 / 67:1 / 25:2 / 5:120 / 20:114 / 23:116 / 6:18,61,73 /  10:65.</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Sedangkan orang  yang diberi legalitas (izin resmi) oleh Alloh SWT untuk mendirikan  Lembaga Kerajaan / Lembaga Pemerintahan dan yang diberi legalitas untuk  memimpin dan memerintah di planet bumi ini hanya-lah para Rosul-Nya  (Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW) Qs 7:158 / 21:105 / 42:13 / 9:33  / 48:28 / 61:9. Yang kemudian dilanjutkan oleh Ulil amri-Nya (kholifah /  imam / pimpinan Dinul Islam berikutnya) seperti; Abu Bakar Sidiq r.a,  Umar bin Khotob r.a, Utsman bin Affan r.a, Ali bin Abi Tholib r.a, dan  seterusnya hingga sekarang ini Qs 3:144 / 4:59 / 24:55.</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Jika ada manusia  yang mendirikan Lembaga Kerajaan / Lembaga Pemerintahan kemudian ia  memimpin dan memerintah di muka bumi ini tanpa ada legalitas (izin  resmi) dari Alloh SWT, maka itulah orang yang divonis sebagai Thogut  (pemberontak / perebut hak Alloh). Qs 4:60,76. Mereka inilah yang  dimaksud oleh Alloh SWT sebagai pembuat makar (pembuat kejahatan /  pemberontak) yang sebenarnya terhadap hak dan kedaulatan Alloh SWT Qs  6:112,123 / 6:61 / 10:65.</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Ciri-Ciri Orang  Yang Ma’rifat Kepada Mulkiyah Alloh adalah adalah ia menyakini bahwa  hanya Alloh saja satu-satunya Dzat yang berhak menduduki jabatan sebagai  Al-Malik (Raja, Penguasa, Pemimpin dan Pemerintah) baik di langit  maupun di planet bumi ini, artinya;</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>(a)   Meyakini  bahwa hanya Alloh sajalah satu-satunya Dzat yang berhak menduduki  jabatan sebagai Raja, di luar Alloh status kedudukannya bukan sebagai  Raja tapi yang di rajai oleh Alloh.</strong><br />
<strong>(b) Meyakini bahwa hanya  Alloh sajalah satu-satunya Dzat yang berhak menduduki jabatan sebagai  Penguasa, di luar Alloh status kedudukannya bukan sebagai Penguasa tapi  yang di kuasai oleh Alloh.<br />
(c) Meyakini bahwa hanya Alloh sajalah satu-satunya Dzat yang berhak  menduduki jabatan sebagai Pemimpin, di luar Alloh status kedudukannya  bukan sebagai Pemimpin tapi yang di pimpin oleh Alloh</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>(d) Meyakini  bahwa hanya Alloh sajalah satu-satunya Dzat yang berhak menduduki  jabatan sebagai Pemerintah atas sesuatu, di luar Alloh status  kedudukannya bukan sebagai Pemerintah tapi yang di perintah oleh Alloh.</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Kesimpulan:<br />
Tidak ada Al-Malik (Raja/Pengusa/Pimpinan/Pemerintah) yang berhak untuk  eksis baikdilangit maupun di muka bumi ini kecuali Alloh saja.</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Jika ada orang  yang meyakini bahwa di luar Dzat Alloh ada manusia atau ada sesuatu yang  memiliki fungsi; kedudukan/jabatan sebagai AL-MALIK, Maka berarti ia  dalam keadaan MUSYRIK MULKIYAH.</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Sedangkan jika  ada orang yang menolak eksistensi Mulkiyah Alloh (Kerajaan Islam/  Pemerintahan Islam), maka ia sedang alam Kafir terhadap Mulkiyah Alloh,  seperti halnya Abu jahal Cs</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>7.         Makrifat Kepada Uluhiyah Alloh</strong> <strong>Pengertian Uluhiyah.</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Kata Uluhiyah  berasal dari kata; Aliha – Ya’lahu – Ilaahan, yang berarti; yang  dicintai, yang ditaati, yang dijadikan tempat pengabdian (tempat ibadah)  dan yang dijadikan tujuan hidup.</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Jagi yang  dimaksud dengan Ma’rifat Kepada Uluhiyah Alloh adalah ia meyakini,  mengakui dan menetapkan dalam hati bahwa langit dan bumi beserta seluruh  isinya adalah merupakan hasil ciptaan dan milik Alloh SWT Qs 10:3,55 /  20:6, maka yang berhak untuk ditaati aturan dan kebijakan hukum-hukumnya  oleh seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi ini adalah hanyalah  hak Alloh saja Qs 16:52 / 39:11 / 40:14,65 / 3:18 / 6:3 / 17:44 / 22:18  / 24:41 / 7:59,206 / 16:2,49 / 40:62-66 / 18:110 / 20:14 / 21:25 /  98:5.</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Jika ada makhluk  atau manusia atau siapa saja yang meminta dirinya supaya ditaati setiap  aturan dan kebijakan hukum-hukumnya, maka itulah yang dimaksud dengan  Thogut (pemberontak / perebut hak Alloh). Sedangkan orang yang diberi  legalitas (izin resmi) oleh Alloh SWT untuk supaya ditaati setiap aturan  dan kebijakan hukum-hukumnya hanya-lah Rosululloh SAW dan Ulil amri-Nya  (kholifah / imam / pimpinan Dinul Islam berikutnya) seperti; Abu Bakar  Sidiq r.a, Umar bin Khotob r.a, Utsman bin Affan r.a, Ali bin Abi Tholib  r.a, dan seterusnya hingga sekarang ini, selain itu tidak ada lagi yang  diberi legalitas (Izin resmi) oleh Alloh SWT…..!!! Qs 3:32,132 /  4:59,69,80 / 8:20,24,46 / 6:36.</strong> </strong></p>
<p><strong><strong>Ciri-Ciri Orang  Yang Ma’rifat Kepada Uluhiyah Alloh adalah ia menyakini bahwa hanya  Alloh saja satu-satunya Dzat yang berhak menduduki jabatan sebagai  Al-ILAH (Yang Ditaati / Yang Dijadikan Tempat Pengabdian) oleh seluruh  makhluk baik yang ada di langit maupun di planet bumi ini.</strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saidansam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saidansam.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saidansam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saidansam.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saidansam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saidansam.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saidansam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saidansam.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saidansam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saidansam.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saidansam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saidansam.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saidansam.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saidansam.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=117&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saidansam.wordpress.com/2010/07/22/from-httphajirikhusyuk-wordpress-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550eba959b3a9a2492fd75c0b3fb30a1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">saidansam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Waktu Hidupmu (for GI)</title>
		<link>http://saidansam.wordpress.com/2010/05/18/manfaatkan-waktu-hidupmu-for-gi/</link>
		<comments>http://saidansam.wordpress.com/2010/05/18/manfaatkan-waktu-hidupmu-for-gi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 14:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saidansam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saidansam.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[editor by O.Solihin<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=110&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asik! Cihuy! Dapet jatah nulis lagi di buletin gaulislam tercinta (maklum lho, ada 9 penulis (termasuk gue) di buletin ini, tiga di antaranya adalah penulis senior: Kang O. Solihin, Mbak Ria Fariana, dan Mbak Nafiisah FB). Gue rada-rada gimana gitu kalo diminta nulis. Tapi, ini kesempatan berharga, Bro! Siapa tahu gue bisa jadi penulis terkenal kayak mereka itu. Hehehe…  Di tengah kesibukan sehari-hari, berkelana kemana-mana cari lowongan kerja baru, huft! Ternyata sesulit membalikkan telapak kaki gajah! Tiap Senin  keliling Bogor nyebar buletin gaulislam ke sekolah-sekolah kalian sambil cari inspirasi tapi konsentrasi kabur-kaburan terus hehe.. Lho kok malah cerita kegiatan gue? Sori en asikkin aja dah!  Oke deh, dan akhirnya dapet juga inspirasi buat nulis, memang betul-betul banget (lebay : mode on). Inspirasi bisa dapet dari mana aja bisa dapet pas lagi diem di kamar  apa lagi di kamar kecil, ngak usah pake semedi tujuh hari tujuh malam di gua atau kuburan atau nginep di rumahnya Ki Joko Stupid, eh Ki Joko Bodo.</p>
<p>Malam ini gue lagi di warnet en lumayan rame. Suara-suara bising motor, mobil odong-odong (baca: angkutan umum plat hitam) yang berseliweran di jalan setia menemani..Oya,  karena harus berbagi tempat dengan user lainnya di warnet, maka kedua kaki wajib dilipat alias bersila. Masalahnya, kalo terlalu lama bisa pegel dengkul ini, hadeu! (maklum gue ngetik di rental komputer yang lesehan)  Kawan-kawan gaulislam yang gue cintai!  (jiaah masih aja sempet-sempet ngegombal? Wataw!!) Terus baca ya!</p>
<p><em>To the point</em> aja, kalian suka perhatiin kondisi anak muda zaman sekarang kan? (termasuk kalian juga—dan gue tentunya, hehe..) Coba deh cek en observasi di daerah terdekat. Hitung seberapa banyak anak muda yang aktif di pengajian? Jarang kita temui anak muda yang kritis terhadap agamanya. Waduh,  kalo begini terus gimana bisa berdakwah? Huft!  Gue denger juga ada yang nyeletuk “Duh nggak usah repot-repot peduli sama gue, yang penting gue nggak nyusahin orang lain kok!” Malah pernah ada cewek yang ditanya: “Kenapa kamu nggak pake kerudung. Padahal kan kamu tahu perempuan seumur kamu wajib menutupi aurat?” Eh, dia bilang: “Aku nggak munafik kayak cewek-cewek yang pake kerudung itu. Padahal hatinya busuk. Aku sih ada apanya, eh apa adanya sesuai dengan kata hati. Nantilah kalo udah tobat baru pake..Slow ajah ah mumpung masih muda hehe..”. Halah… amit-amit gue!  Bro end Sis! Perempuan berkerudung belum tentu hatinya juga ‘berkerudung’ alias alim. Tapi kalo terus-terusan ngikutin kata hati dan hawa nafsu dijamin nggak bakalan ada usaha untuk jadi lebih baik. Gue belum jadi orang tua aja udah pusing duluan kalau-kalau nanti punya anak tantangan untuk mendidiknya pasti berat cuy. Hwach nggak kebayang! Sistem kapitalisme udah bener-bener meracuni anak bangsa! “Asal hati senang urusan yang lain what ever lah!” Musibah deh…</p>
<p><strong>Bekal buat akhirat </strong></p>
<p>Sobat muda muslim, jelas kita nggak dilarang buat ngejar urusan duniawi tapi kita juga wajib menomor satukan masalah akhirat. Yup, kita wajib nabung pahala. Beramal sholeh di dunia buat di akhirat kelak.  Mumpung masih muda isi kegiatan sehari-hari dengan hal-hal yang positif dan syar’i, betul?  Oya, di luar kegiatan sekolah pasti kamu punya banyak agenda. Mulai dari kursus atau ikutan bimbingan belajar, les musrik, ech musik, latihan band, olah raga dll. Kegiatan tersebut sah-sah aja dilakukan selama ngikut tuntunan syariat Islam dan nggak nyita waktu, plus bermanfaat untuk masa depan kalian (buset, banyak amat syaratnya).  Tentu bukan kegiatan miskin manfaat macam pulang sekolah terus nongkrong seharian di warung atau di depan gedung bioskop ngobrol ini itu pura-pura nunggu film dimulai. Padahal nggak nonton sama sekali. Hehe pengalaman gue ini. Hus-hus yang ini jangan dicontoh!  Jangan sampe pula kamu seharian di depan komputer en mantengin situs jejaring sosial macam facebook. Terus update statusnya yang tulisannya pake bahasa plat nomer alias nulis kata-kata dicampur pake angka. Huhu, bikin orang lain pusing bacanya. Oya, nggak baik juga kalo sampe terus-terusan main game online.  Facebook-an nggak ada salahnya tergantung kita memanfaatinnya. Contoh yang baik nih ya kalian update status dengan nasihat-nasihat yang berguna atau tulis terjemahan ayat al-Quran atau hadist untuk saling mengingatkan dalam kebaikan keren dah pastinya. Ok?</p>
<p><strong>Memanfaatkan waktu </strong></p>
<p>Allah Swt. berfirman (yang artinya):</p>
<p><em>“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKu.</em>” (QS adz-Dzariyat [51]: 56)</p>
<p>Pernah nggak membandingkan waktu kegiatan untuk hal duniawi dengan waktu buat akhirat? Lebih banyak mana hayo? Contohnya nih, kita melaksanakan sholat fardu rata-rata butuh waktu hanya 5-10 menit. Itu juga kadang suka males-malesan apalagi sholat subuh. Terus tinggal dikurangin 24 jam (jumlah waktu dalam sehari). Nah sisanya kita ngapain aja—selain tidur dan sekolah?  Sudah semestinya (ciee.. gue jadi tua gini), kita yang masih muda harus mengisi kehidupan ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Betul? Jangan punya prinsip “mumpung masih muda seneng-seneng aja dulu, tobatnya belakanganlah kalau sudah tua”. Waduh, emangnya kamu tahu kapan datang ajalmu?  Bukan nggak boleh senang-senang dalam hidup. Silakan aja. Tentu dengan tujuan rekrasi atau me-refresh pikiran dan tetap dalam koridor syariat Islam. Ok?</p>
<p>Bro en Sis pembaca setia gaulislam, kita wajib memanfaatkan waktu hidup kita dengan amalan-amalan sholeh agar tidak menyesal dan merugi nantinya. Sesuai dengan firman Allah Swt. (yang artinya):</p>
<p><em>“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran</em>.&#8221; (QS al-Ashr  [103]: 1-3)</p>
<p>Terus, bagaimana caranya supaya waktu kita bisa bermanfaat dan ngak sia-sia? Nih sedikit advice yang bisa kalian lakukan.</p>
<p><em>Pertama</em>, mulailah setiap pagi dengan berdzikir kepada Allah, niatkan semua hal yang akan kita lakukan semata hanya untuk beribadah kepadaNya. Bukan untuk yang lain.</p>
<p><em>Kedua</em>, jadwalkan semua kegiatan kita pada hari ini dengan jelas. Begitu ada waktu luang, segera isi dengan kegiatan bermanfaat, contohnya membaca buku, menkhatamkan al-Quran, membaca kitab, baca gaulislam (ehm..), dan lain sebagainya.</p>
<p><em>Ketiga</em>, manfaatkan dengan baik waktu yang memiliki keistimewaan, misalnya pada sepertiga malam kamu bisa bangun dan melaksankan sholat malam.</p>
<p><strong>Ngaji aja! </strong></p>
<p>Bro and Sis, meskipun sudah diniatkan untuk mengisi waktu kita dengan hal-hal yang berguna, tapi kalo nggak konsisten kadang kita terlena dengan urusan duniawi. Iya kan? Kita mudah tergoda, suka ikut-ikutan tren—meskipun trennya yang nggak bener—karena hanya pengen diakui dalam komunitas kita biar dicap gaul. Huh cape dech! Kalau begini terus kita bakalan jadi budak kapitalis, generasi pengekor kayak kerbau yang diiket idungnya supaya mau ikut kemana-kamana. (No my way dech!) Saatnya  sadar dan memikirkan kehidupan kita.  BTW, ada nggak cara buat mem-protect kita dari serangan “racun dunia” sistem en budaya Barat? Well, salah satu jalannya kita wajib ngaji atau mengkaji serta aktif dalam pengajian. Ikut aja acara-acara kajian keislaman, kumpul bareng temen yang sholeh atau yang lebih paham agama. Bisa juga kita bentuk kelompok kajian Islam. Adakan pertemuan rutin sembari ngobrol bebas masalah agama, mengkaji  materi keislaman yang memang kita butuhin seperti fikih, akidah, muamalah, akhlak, dakwah, syariah, dan juga khilafah. Hwach pasti seru bro!  “Bosen dan Jenuh”? Halah, itu dua kata yang pertama kali muncul di benak gue ketika diajak caplin (bukan nama sebenarnya) ikutan ngaji. Pasti ini godaan setan! Tapi setelah terjun langsung ke TKP alias ke tempat pengajian ternyata setan itu pendusta sejati! Hehe.. gue enjoy di pengajian, karena bahasannya nyantai gue bisa sharing apa aja. Ngobrolin masalah ini itu dari a ampe z, mulai dari masalah pacaran dalam Islam gue tanyain, prikitiw! Sampai masalah ideologi dan sebagainya. Yang lebih serunya lagi kadang kita ngaji di tempat terbuka atau tempat rekreasi, asikk dah! Ilmu dapat, pikiran jadi tenang perut juga kenyang khwkhwk (jadi inget waktu ngajinya abis mancing deh). Hwaaah asiknya!  Boys and gals, pokoknya buat acara pengajian senyaman mungkin dan tetap semangat aktif di pengajian serta sebagai bekal berdakwah atau menyampaikan kebaikan kepada teman yang lainnya. Rasulullah saw. Bersabda:</p>
<p>“<em>Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari a-Quran dan mengajarkannya</em>” (HR Bukhari)</p>
<p>So, kamu-kamu mulai deh dari sekarang ikutan ngaji, mengkaji Islam secara kaffah atau menyeluruh, bersosialisasi dengan agama kita sendiri, satu-satunya agama yang di ridhoi Allah Swt. Dijamin bakalan lebih enteng hadapi hidup! Menjadikan kita lebih berideologi dan bangga karena punya prinsip hidup, ketimbang cuma ikuat-ikutan biar dianggap gaul. Dengan ngaji juga kita terhindar dari dosa-dosa, terjaga dari maksiat, juga punya temen yang bisa saling mengingatkan kalau kita berbuat salah dan pastinya berguna untuk dunia dan akhirat.Jangan lupa sebagai anak pengajian, sikap dan perilaku kita wajib dijaga, agar terlihat ciri khas seorang muslim sejati. Oke?  Oke deh,  tetap semangat. Jangan putus dalam memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang positif dan sesuai syariat Islam. Semoga kita selalu ingat bahwa semua hal dicatat oleh Allah Swt., baik yang besar maupun yang kecil. Bijaksanalah dengan apa-apa yang dimudahkan oleh Allah. Yuk, manfaatkanlah waktu yang ada dengan kegiatan bermanfaat buat hidup kita. Jangan tertipu hawa nafsu. Siap? Yup, sampai jumpa di acara [klinik] gaulislam yang membedah buletin ini setiap pekannya. Masih inget kan semboyan khasnya: “<em>Ngak Ngaji Ngak Trendy</em>!” [samsi: tribute to Buletin Gaul Islam)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saidansam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saidansam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saidansam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saidansam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saidansam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saidansam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saidansam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saidansam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saidansam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saidansam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saidansam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saidansam.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saidansam.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saidansam.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=110&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saidansam.wordpress.com/2010/05/18/manfaatkan-waktu-hidupmu-for-gi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550eba959b3a9a2492fd75c0b3fb30a1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">saidansam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WAJHULLAH (Wajah Allah) oleh Muhammad Zuhri :Hidup Lebih Bermakna</title>
		<link>http://saidansam.wordpress.com/2010/04/08/wajhullah-wajah-allah-oleh-muhammad-zuhri-hidup-lebih-bermakna/</link>
		<comments>http://saidansam.wordpress.com/2010/04/08/wajhullah-wajah-allah-oleh-muhammad-zuhri-hidup-lebih-bermakna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 15:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saidansam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saidansam.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Kajian Islam ini bukan membahas masalah syari&#8217;at. Tentang syari’at setiap peserta telah memiliki warna syari’at sendiri-sendiri menurut latar belakangnya masing-masing. Semua benar, dalam arti punya rujukan hukum, saya tidak mengubah apa yang telah dimililki. Masalah yang kurang di kalangan Umat Islam ialah masalah pandangan hidup, yang akan mempengaruhi proses aktualnya, ketika bermasyarakat dan berkomunikasi dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=107&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kajian Islam ini bukan membahas masalah syari&#8217;at. Tentang syari’at setiap peserta telah memiliki warna syari’at sendiri-sendiri menurut latar belakangnya masing-masing. Semua benar, dalam arti punya rujukan hukum, saya tidak mengubah apa yang telah dimililki.</p>
<p>Masalah yang kurang di kalangan Umat Islam ialah masalah pandangan hidup, yang akan mempengaruhi proses aktualnya, ketika bermasyarakat dan berkomunikasi dengan dunia luar. Karena sebaik-baiknya orang beribadah apabila tidak memiliki pandangan hidup yang benar, dia akan beribadah dengan penampilan yang &#8216;compang-camping&#8217;; tidak etis dan tidak menghargai orang lain. Padahal di dalam kehidupan, kita tahu bahwa tidak ada manusia kembar (tidak semuanya sama), tidak semua pendapat sama. Hal-hal yang berbeda inilah yang patut mendapat perhatian.</p>
<p>Selama ini kita diajar oleh lingkungan atau nara sumber hanya untuk menghargai yang sama dengan diri kita. Kita jarang diajar untuk menghargai orang yang berbeda pendapat dengan kita. Justru yang kedua ini tidak kalah pentingnya dari yang pertama, karena selain kita tidak berhak menuntut pihak lain untuk sama dengan diri kita, kita akan menemukan kemungkinan untuk berkembang. Itulah makna ‘berkoeksistensi’, yaitu hidup bersama dengan orang lain.</p>
<p>Bereksistensi adalah bermaujud. Bermaujud senantiasa bersama dengan pihak lain yang berbeda dengan diri kita. Di sini kita akan dapatkan makna kehadiran orang lain di sekitar kita, sehingga kita sadar betapa tingginya keberadaan pihak lain di hadapan kita.</p>
<p>Bila manusia ingin mengembangkan diri, ia butuh sarana pengembangan dirinya, saat itu ia butuh hasil kreativitas orang lain. Nasi yang kita makan bukan dari padi yang kita tanam sendiri, baju yang kita pakai bukan dari kain yang kita tenun sendiri, rumah yang kita galang bukan karya sendiri, semuanya adalah hasil kreativitas pihak lain. Demikianlah manusia tolong-menolong di dalam memenuhi kebutuhan, mengembangkan kehidupan, menyempurnakan dirinya. Tanpa bantuan orang lain seseorang tidak akan dapat meningkatkan taraf hidupnya. Justru karena ada orang lainlah seseorang menemukan dirinya menjadi lebih baik; karena ia senantiasa mendapat tawaran-tawaran nilai, kritikan dan rangsangan, bahkan ilham dan pengarahan-pengarahan.</p>
<p>Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa hidup bersama dengan yang lain. Karena hidup bersama orang lain, maka sikap yang harus kita miliki adalah menghargai orang lain karena kelainannya. Kelainan ini sangat berarti; ia memiliki sesuatu yang tidak kita miliki dan kita mempunyai sesuatu yang ia tidak punya. Kelainan ini bukanlah kelainan yang tidak bisa dicari titik temunya. Kelainan ini adalah kelainan pribadi manusia yang punya titik temu. Kita sama-sama ingin hidup dan ingin berkembang, sama-sama ingin tumbuh dan ingin menjadi baik dan akhirnya sama-sama ingin menjangkau kesempurnaan. Maka, sikap yang harus ada dalam hidup bersama orang lain adalah menghargai orang lain karena &#8216;kelainannya&#8217;.</p>
<p>Seorang sufi bercerita bahwa ada seetor kera sedang melompat-lompat dan bermam-main di antara tumbuh-tumbuhan di tengah hutan. Sambil mencari makan, kera itu akhirnya sampai di tepi sebuah danau. Kera itu tertegun tatkala melihat ke dalam danau ada ikan. &#8220;Oh, kasihan. Ia tercebur dalam air. Sebaiknya aku tolong.&#8221; Maka kera itu pun menceburkan diri ke dalam air. Dengan susah payah kera itu menangkap ikan, pikirnya: &#8220;Kuselamatkan dia biar tidak tenggelam di air&#8221;. Setelah tertangkap, ikan pun dibawa ke atas air dan diletakkannya di bawah pohon. Sang ikan pun meronta-ronta, kemudian seseorang mendekat dan bertanya, &#8220;Hai kera, apa yang sedang kau lakukan?&#8221; &#8220;Saya sedang menolong dia yang tercebur ke dalam air.&#8221; &#8220;Oh, tidak. Kamu tidak sedang menolong, tetapi kamu sedang membencanai dirinya.&#8221;</p>
<p>Jadi, orang yang bersikap bahwa orang lain harus seperti dirinya, sikap orang tersebut sama dengan sikap kera terhadap ikan tadi. Biarlah ikan menjadi ikan yang hidupnya di dalam air, sejahtera di dalam air, meskipun kera di dalam air bisa mati tenggelam. Demikianlah seharusnya kita menghargai orang lain sesuai dengan kelebihan dan kekurangannya, tidak mendaulat orang lain harus sama seperti diri kita. Justru kita harus menghargai orang lain karena &#8216;kelainannya&#8217;.</p>
<p>HAK INDIVIDU</p>
<p>Pada diri manusia ada sesuatu yang disebut akal budi. Bahwa segala sesuatu yang hidup memiliki hak hidup, kebutuhan hidup, daya hidup, potensi hidup &#8211; yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Misalnya kita memelihara seekor kelinci, seekor kucing, seekor anjing dan seekor kambing. Lalu kita beri makan dengan makanan yang sama (semua harus makan rumput), maka niscaya kucing dan anjing akan mati. Ini menggambarkan bahwa setiap makhluk hidup memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dalam mempertahankan kehidupannya dan menumbuhkan makna keberadaannya. Dengan ilustrasi tersebut, kita pun harus peduli terhadap kebutuhan orang lain yang berbeda-beda pula.</p>
<p>Rasulullah s.a.w. senantiasa melayani kebutuhan umatnya yang berbeda-beda. Ada seseorang yang datang meminta do&#8217;a agar bisa menjadi kaya, maka diberikannya do&#8217;a supaya ia menjadi kaya. Tetapi, ada seseorang yang ingin agar ia menjadi seorang miskin yang sabar, maka diberikanlah kepadanya do&#8217;a agar ia menjadi seorang miskin yang sabar. Kaya dan miskin adalah selera dan hak individu, karena itulah Rasulullah s.a.w. tidak melarang hak dan kemauan mereka. Seorang sahabat bemama Utsman Bin Affan memohon kepada Rasulullah s.a.w., &#8220;Ya, Rasulullah, berilah saya do&#8217;a. agar saya menjadi seorang yang kaya di dunia dan kaya di akhirat&#8221; Terkejut Rasulullah s.a.w. lalu katanya, &#8220;Inilah do&#8217;a yang pertama kali diminta oleh ummatku.&#8221; Maka dituntunlah Utsman bin Affan dengan sebuah do&#8217;a sebagaimana yang ia minta. Ustman bin Affan kita kenal sebagai salah satu diantara Khulafa-ur-Rasyidin yang paling kaya.</p>
<p>Kesediaan Rasulullah s.a.w. melayani permintaan umatnya yang berbeda-beda itu, tidak lain karena beliau menghargai kebutuhan setiap individu yang berbeda-beda pula; bahwa setiap manusia memiliki ketenangan jiwa dengan cara yang tidak sama. Rasulullah s.a.w. menghargai perbedaan dan perbedaan-perbedaan itu diresponnya dengan memberikan do&#8217;a-do&#8217;a sebagaimana yang mereka inginkan.</p>
<p>SADAR WAKTU</p>
<p>Sesungguhnya manusia adalah makhluk yang paling sadar. Selain sadar, ia diberi bekal oleh Tuhan berupa akal. Di sinilah manusia perlu bertanggung-jawab karena ia diberi akal. Tanda bahwa makhluk itu berakal adalah kesadaran adanya waktu; sadar akan adanya &#8216;besok pagi&#8217; (masa yang akan datang).</p>
<p>Ketika seseorang sadar akan ada &#8216;besok pagi&#8217;, dan ketika itu ia sedang marah hendak memukul seorang anak yang menjengkelkan dirinya, ia pun berpikir, &#8220;Kalau anak ini saya pukul, saya puas karena ia sangat menjengkelkan. Tetapi anak ini punya ayah. Besok pagi, kalau ayahnya datang mencari saya, padahal ayahnya adalah jagoan pencak silat&#8230;&#8221;</p>
<p>Orang yang berakal tidak mudah reaktif, tetapi akan berpikir lebih dahulu agar perbuatan yang dilakukannya tidak berakibat buruk terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Kesadaran terhadap waktu menyebabkan seseorang membatasi perbuatannya. Batas perbuatan itu disebut &#8216;hukum&#8217;. Bahwa setiap perbuatan manusia menimbulkan dampak hukum yang berakibat kembali pada dirinya sendiri. Al Qur&#8217;an menegaskan:</p>
<p>&#8220;Bila kamu berbuat baik, (maknanya sama dengan) berbuat baik terhadap dirimu sendiri, sebaliknya bila kamu menyakiti orang lain sesungguhnya kamu menyakiti dirimu sendiri.&#8221;<br />
(QS. Al-isra&#8217;: 7)</p>
<p>TRANSFORMASI SOSIAL</p>
<p>Manusia dalam mengembangkan diri dipaksa keluar dari dirinya. Setiap insan dipaksa melangkah meninggalkan dirinya untuk mencari sarana kehidupan. Karena sarana kehidupan tidak dibawa dari kandungan, melainkan ada di alam struktural. Sarana-sarana itu dipergunakan untuk mempertahankan kehidupan fisikal kita yang memang harus dipelihara dengan baik. Sebab jasmani kita yang “wadhak” adalah singgasana tempatnya &#8216;sang aku&#8217; bersemayam, agar &#8216;sang aku&#8217; bisa berperan melakukan apa yang diinginkan.</p>
<p>Sesungguhnya, setelah terselenggara tubuh yang sehat, tertutup auratnya, ada tempat istirahat, sungguh itu sudah cukup buat fisik kita. Selanjutnya badan yang “wadhak” itu harus bisa menjadi medium bagi &#8216;sang aku&#8217; untuk mengungkapkan diri (berbuat sesuatu), yaitu mencari makna kehadiran (makna keberadaan). Sebagaimana pepohonan, ia hadir di bumi ini ada makna dan jasanya.</p>
<p>Semua tumbuh-tumbuhan di alam ini berkreasi, berjuang mencari sumber daya, unsur hara dari bumi, merebut sinar matahari, melawan ketandusan, melawan hama. Setelah besar, tumbuh-tumbuhan itu berbunga, berbuah, agar buahnya dipetik pihak lain. Tidak untuk dirinya sendiri. Tumbuh-tumbuhan yang tidak mengeluarkan buah akan mengeluarkan kayunya, aromanya atau obat-obatan. Segala sesuatu yang dikeluarkan adalah hasil dari perjuangan hidupnya. “Inilah kemampuan saya,” kata bunga mawar, &#8220;Aku hanya bisa memberikan aroma kepadamu, wahai manusia, wahai makhluk lain.” &#8220;Inilah kemampuanku,” kata pohon jati, “Aku hanya bisa memberikan kayuku, silahkan menggunakan.&#8221; Tumbuh-tumbuhan itu bermanfaat, karena itulah bijinya ditanam untuk diabadikan orang.</p>
<p>Bila tumbuh-tumbuhan sanggup memberikan nilai kehadirannya di muka bumi, namun kebanyakan manusia tidak demikian. Manusia hanya menyerap potensi alam untuk kepentingan pribadi dengan tidak memberikan sesuatu pun kepada pihak lain. Adapun orang yang mau (sanggup) memberikan sesuatu kepada pihak lain, artinya ia telah mengarah seperti tumbuh-tumbuhan yang hadir ke bumi ada makna dan jasanya. Mereka inilah orang-orang yang melakukan &#8216;transformasi sosial’.</p>
<p>Dalam melakukan transformasi sosial, manusia sanggup mengubah kondisi lingkungan; dari lapar menjadi kenyang, bodoh menjadi pintar, sakit menjadi sembuh, tersesat menjadi terarah, teraniaya menjadi merdeka. Tindakan transformasi sosial itu disebut &#8216;amal shaleh&#8217;. Amal shaleh inilah tanda yang bisa dilihat oleh orang lain bahwa seseorang telah beriman.</p>
<p>Iman seseorang tidak bisa dilihat oleh orang lain karena letaknya di dalam hati, tetapi tandanya bisa dilihat dengan perbuatan (amal shaleh). Oleh karena itu, di dalam Al Qur&#8217;an tidak ada kata &#8216;iman&#8217; kecuali dengan rangkapan &#8216;amal shaleh&#8217;. Amanuu wa-amilush-shalihat. Iman hanya bisa dilihat Tuhan, sedangkan tandanya (amal shaleh) dapat diketahui manusia. Dengan melakukan transformasi sosial atau beramal shaleh, berarti seseorang telah memiliki output atau tawaran nilai kepada lingkungannya. &#8220;Inilah tanda kehadiranku. Inilah tanda keberadaanku di muka bumi. Aku ada.&#8221;</p>
<p>Manusia yang beriman tanpa beramal shaleh tidak memiliki niat untuk memberi, melindungi atau mengembangkan lingkungan. Ia kalah dari tumbuh-tumbuhan. Ia kalah dengan makhluk lain yang tidak berakal. Dengan demikian jatuhlah ia menjadi “Asfala Safilin” yaitu sesuatu yang lebih rendah dari yang rendah. Yang lebih rendah dari yang rendah ialah yang hanya memungut dan tidak pemah memberikan pengorbanan, padahal nilai manusia sebesar pengorbanannya.</p>
<p>FALSAFAH NILAI</p>
<p>Kebanyakan manusia mencari sarana kehidupannya hanya untuk memuaskan diri. Padahal tidak ada kepuasaan yang langgeng. Setiap kepuasan akan berakhir dengan kebosanan.</p>
<p>Sadar akan hal itu, manusia ingin memiliki sesuatu yang baru. Bukan nilai-nilai estetis (nilai-nilai kebutuhan, kesenangan, penghibur, pemuas), melainkan nilai yang bersifat universal dan bermanfaat bagi orang lain. Manusia mengembangkan akalnya sehingga mereka berilmu (memiliki nilai ilmu atau nilai logika}.</p>
<p>Namun setelah akal dikembangkan (dengan mengungkapkan berbagai disiplin ilmunya), mereka kembali turun ke dimensi estetika; disiplin-disiplin ilmu yang telah ditemukan tidak didayagunakan untuk kesejahteraan seluruh umat manusia melainkan hanya untuk mencari kesenangan atau pemuas nafsu (nilai estetis). Ilmu hanya menjadi alat untuk mengeksploitasi sumber daya alam demi kepentingan individu (golongan, etnis, bangsa), bukan untuk kepentingan seluruh umat manusia. Dengan demikian nilai ilmu (nilai logika) menjadi terpuruk. Nilai ilmu jatuh sendiri di depan manusia.</p>
<p>Akhirnya manusia ingin mencari nilai yang lebih tinggi lagi dari nilai ilmu (nilai logika), yaitu nilai etika (nilai moral). Inilah sebuah nilai yang harus dimiliki ketika seseorang ingin &#8216;menyentuh&#8217; orang lain. Etika ialah ukuran-ukuran komunikasi yang mendukung seseorang untuk melakukan sesuatu kepada orang lain, dengan pertimbangan bila hal itu dilakukan orang lain kepadanya niscaya ia menjadi senang. Etika merupakan suatu kewajiban dari dalam. Etika adalah sifat adil terhadap diri sendiri dan orang lain. Rasulullah s.a.w. bersabda, &#8220;Belum beriman seseorang sebelum ia mencintai orang lain sebagaimana ia mencintai diri sendiri&#8221;.</p>
<p>Setelah nilai etika (nilai moral) ditemukan, akhirnya manusia dapat mencapai jenjang yang universal. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan pun memiliki nilai-nilai moral; moral usaha, moral industri, sehingga banyak perusahaan yang memberikan jasa-jasa kepada para pelanggan. Ada perusahaan yang memberikan jasa pelayanan mengantar kepada pembeli, memberikan bonus naik haji kepada pelanggan, dan lain sebagainya. Tetapi perbuatan-perbuatan baik itu kebanyakan bukan berorientasi pada amal shaleh, melainkan agar perusahaan menjadi populer sehingga pelanggannya menjadi banyak. Pada saat itulah manusia jatuh kembali ke dalam dimensi terendah yaitu dimensi estetika (kesenangan, pemuas).</p>
<p>Itulah manusia. Dia sulit dipisahkan dari dimensi estetika (yang menyenangkan, yang menghibur dan yang bermanfaat buat fisikalnya). Karena sejarah hidup manusia selalu mendapat suplemen dari dimensi tersebut, maka tumbuhlah sifat ketergantungan terhadapnya. Semakin berilmu semakin sulit membedakan yang haq dan yang bathil, sebab semua dikemas dengan brillian dalam logika dan moral.</p>
<p>Mestinya tidak demikian. Misi kehadiran manusia di bumi ini jauh lebih tinggi dari itu. Manusia adalah khalifah Tuhan di muka bumi, maka yang harus diutamakan adalah bagaimana kita bisa aktual dan bernilai transformatif; mengembangkan pihak lain dalam rangka mengenal diri dan mengenal Tuhannya.</p>
<p>Pada saat manusia sudah berada dalam dimensi moral, pada saat itu sebenarnya ia sudah dapat menghargai orang lain, memiliki makna kehadiran bagi orang lain. Dengan demikian orang lain kelak bisa menjadi saksi kita di depan Tuhan. Saksi di depan Tuhan kelak akan diberikan serta merta oleh orang lain atas perilaku kita terhadap mereka.</p>
<p>NILAI ESSENSI<br />
MENEMUKAN WAJHULLAH</p>
<p>Ketika kita terpanggil oleh kepedulian terhadap nasib orang lain, dan apabila hal itu dilakukan dengan ikhlas (bukan karena ingin di puji), pada saat itulah kita telah berbuat ihsan. Ihsan ialah suatu bukti yang bisa dirasakan makna kehadirannya oleh orang lain di muka bumi. Allah menganjurkan supaya kita berbuat baik sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada kita. Kebaikan-kebaikan Allah itu antara lain ialah menyantuni kita, mengembangkan diri kita melalui makhluk-makhluk-Nya, tidak mendaulat, tidak memaksa, memberi dan tidak meminta lagi (tidak pemah menagih). Demikianlah rujukan ihsan adalah Rabbul Alamin itu sendiri. Yaitu, berbuat baik sebagaimana ketika Allah telah berbuat baik kepada kita.</p>
<p>Setelah kita berada dalam tingkatan ihsan, ketika itu hilanglah wajah individu-individu. Hilang pula warna-warni, gender, level-level sosial. Yang kita hadapi adalah sesuatu yang tidak berupa. Yang tampak di depan kita adalah &#8216;Wajah Yang Perkasa&#8217;. Yang tampak adalah Yang Menawarkan Suatu Perbuatan.</p>
<p>Seorang tua yang datang dengan segala kerendahan hati meminta pertolongan, hilang tidak kelihatan wajahnya bagi seorang yang muhsin. Yang terlihat dari wajah yang datang itu adalah &#8216;Wajah Lain&#8217; yang tidak berupa. Seolah Wajah itu mengatakan, &#8220;Silakan wahai fulan. Engkau menolong atau menolak. Bila engkau menolong, itulah dirimu yang menolong orang lain. Tetapi bila engkau menolak, itulah dirimu yang menolak bila dimintai pertolongan. Aku tidak memaksa kau!&#8221;</p>
<p>Wajhullah datang. Dia tidak berupa tidak berwarna. Tidak tahu dari mana datangnya, tapi hadir dalam kesadaran. Meskipun Dia kuasa dan perkasa, namun Dia tidak pernah memaksa. Dia hanya menawarkan perbuatan; bila engkau menolong, maka engkau mengenal dirimu sebagai penolong. Tapi bila engkau menolak, maka engkau akan menemukan dirimu sebagai sang penolak. Di sinilah letak kemerdekaan manusia untuk bisa menjadi dirinya sendiri.</p>
<p>&#8220;Bila datang kepadamu sesuatu yang haq, maka bila kamu berkehendak menjadi mukmin, mukminlah. Tetapi bila kamu berkehendak menjadi kafir, maka kafirlah&#8221;.<br />
(QS. Al-Kahfc 29)</p>
<p>Dia tidak memaksa engkau, namun bila engkau benar-benar muhsin;</p>
<p>&#8220;Kemana pun menghadap, di situ engkau melihat Wajah Allah&#8221;<br />
(QS. Al-Baqarah: 115)</p>
<p>Itulah nilai yang terakhir, yaitu nilai essensi. Essensi adalah &#8216;sisi dalam&#8217; wujud kita atau &#8216;kekuatan dalam&#8217; wujud kita untuk mengenal individu-individu lain, yang pada hakikatnya mereka adalah utusan-utusan Tuhan.</p>
<p>Hanya dengan mengenal diri dan berpartisipasi terhadap pengembangan sesama manusia, kita bisa melihat Wajhullah. Wajah Allah tidak bisa dilihat tanpa ihsan.</p>
<p>“Barangsiapa di dalam kehidupan ini buta (tidak dapat melihat Wajhullah), maka kelak di akhirat dia juga buta, dan akan lebih sesat lagi jalannya”.<br />
(QS.Al-Isra’:72)</p>
<p>sumber@ http://www.facebook.com/note.php?note_id=337665747851</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saidansam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saidansam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saidansam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saidansam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saidansam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saidansam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saidansam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saidansam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saidansam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saidansam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saidansam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saidansam.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saidansam.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saidansam.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=107&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saidansam.wordpress.com/2010/04/08/wajhullah-wajah-allah-oleh-muhammad-zuhri-hidup-lebih-bermakna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550eba959b3a9a2492fd75c0b3fb30a1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">saidansam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karakter Orang menurut Bentuk Hidungnya</title>
		<link>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/18/karakter-orang-menurut-bentuk-hidungnya/</link>
		<comments>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/18/karakter-orang-menurut-bentuk-hidungnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 16:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saidansam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saidansam.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Ahli kepribadian percaya bahwa bentuk hidung dapat mengungkap kepribadian Anda. Simon Brown, penulis buku The Secrets of Face Reading, mencoba menganalisis apa kata bentuk hidung mengenai Anda. Turned-up Ciri-ciri : Tulang hidung panjang, lekukan jelas hampir seperti cekungan, dan mencuat di ujung tulang hidung. Analisis : Tipe hidung yang imut ini menandakan Anda orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=92&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ahli kepribadian percaya bahwa bentuk hidung dapat mengungkap kepribadian Anda. Simon Brown, penulis buku<em> The Secrets of Face Reading</em>, mencoba menganalisis apa kata bentuk hidung mengenai Anda.</p>
<div>
<p><strong><img src="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_turned-up.jpg" alt="turned-up nose" width="235" height="200" /></strong></p>
<p><span style="color:#ff6600;"><strong>Turned-up</strong></span></p>
<p><strong>Ciri-ciri </strong>: Tulang hidung panjang, lekukan jelas hampir seperti cekungan, dan mencuat di ujung tulang hidung.</p>
<p><strong>Analisis</strong> : Tipe hidung yang imut ini menandakan Anda orang yang baik hati, optimis, dan perhatian. Pribadi Anda juga penuh dengan antusiasme dan sangat suportif pada keluarga dan teman. Tidak lupa Anda juga menyimpan jiwa petualang dalam seks.</p>
<p><strong>Contohnya</strong> : Aktris Nicole Kidman, Marilyn Monroe, dan Victoria Beckham.</p>
<p><strong><img src="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_roman.jpg" alt="roman nose" width="235" height="200" /></strong></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Roman</strong></span></p>
<p><strong>Ciri-ciri </strong>: Tipe hidung ini memiliki benjolan kecil mulai dari pertengahan tulang hidung yang mengarah ke ujung bawah hidung.</p>
<p><strong>Analisis </strong>: Tipe ini merupakan sinyal kepribadian yang kuat, tapi tidak selalu impulsif. Anda orang yang memotivasi orang lain, berpengaruh dan penuh perhitungan.</p>
<p><strong>Contohnya</strong> : Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, Penyanyi Bono (U2).</p>
<p><strong><img src="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_greek.jpg" alt="greek nose" width="235" height="200" /></strong></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>Greeks</strong></span></p>
<p><strong>Ciri-ciri </strong>: Tulang hidung panjang, lurus, dan terkesan kuat. Jika dilihat sudut yang terbentuk antara ujung hidung dan bibir atas membentuk sekitar 80 derajat, atau mendekati sudut siku-siku.</p>
<p><strong>Analisis </strong>: Anda adalah orang yang efisien, pekerja keras, dan orang yang menjaga emosi sehingga sulit untuk dimengerti. Anda adalah orang yang dicari saat terjadi krisis.</p>
<p><strong>Contohnya</strong> : Mantan perdana menteri Tony Blair, Margaret Thatcher.</p>
<p><strong><img src="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_hawk.jpg" alt="hawk nose" width="235" height="200" /></strong></p>
<p><span style="color:#333399;"><strong>Hawk</strong></span></p>
<p><strong>Ciri-ciri </strong>: Tipe hidung ini menyerupai kaitan atau paruh burung elang yang melengkung di punggung hidung.</p>
<p><strong>Karakter</strong> : Tipe ini yang paling peduli dengan apa yang dikatakan orang lain tentang Anda. Berjiwa pemberontak, tidak membutuhkan persetujuan orang lain, dan paling bahagia ketika mengejar tujuan pribadi.</p>
<p><strong>Contohnya</strong> : Paris Hilton, dan penyair Dante Alighieri.</p>
<p><strong><img src="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_snub.jpg" alt="snub nose" width="235" height="200" /></strong></p>
<p><strong>Snub</strong></p>
<p><strong>Ciri –ciri</strong> : Tipe ini sama dengan hidung pesek. Bertulang pendek, dan tidak ada bagian yang menonjol.</p>
<p><strong>Karakter </strong>: Tipe hidung ini biasanya cerdas dan bijaksana daripada orang kebanyakan. Mereka bereaksi dengan cepat, atau terlalu cepat, sehingga terkesan agresif.</p>
<p><strong>Contohnya </strong>: Penyanyi Lily Allen, dan aktor Johnny Depp.</p>
<p><strong><img src="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_nubia.jpg" alt="nubia nose" width="235" height="200" /></strong></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Nubia</strong></span></p>
<p><strong>Ciri-ciri </strong>: Bertulang pendek dan lebar, tapi tidak menonjol. Tipe ini lazim ditemui kelompok etnis tertentu.</p>
<p><strong>Karakter </strong>: Tipe ini mencerminkan kreativitas dan gairah. Ia juga karismatik, mudah menarik perhatian orang banyak.</p>
<p><strong>Contohnya</strong> : Presiden AS, Barrack Obama, model Naomi Campbell, dan aktor Will Smith.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saidansam.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saidansam.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saidansam.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saidansam.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saidansam.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saidansam.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saidansam.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saidansam.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saidansam.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saidansam.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saidansam.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saidansam.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saidansam.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saidansam.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=92&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/18/karakter-orang-menurut-bentuk-hidungnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550eba959b3a9a2492fd75c0b3fb30a1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">saidansam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_turned-up.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">turned-up nose</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_roman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">roman nose</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_greek.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">greek nose</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_hawk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hawk nose</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_snub.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">snub nose</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.astaga.com/sites/default/files/gambar/hidung_nubia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nubia nose</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mengetahui Jenis Motherboard</title>
		<link>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/11/cara-mengetahui-jenis-motherboard/</link>
		<comments>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/11/cara-mengetahui-jenis-motherboard/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 09:17:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saidansam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saidansam.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita membeli komputer second ataupun baru tapi kehilangan CD driver, tentu kita akan kesulitan mencari driver untuk motherboard kita. Beberapa motherboard memang memiliki device driver yang “plug n play“, artinya ketika selesai di instal, semua driver langsung berfungsi dengan baik. Tapi kalau tidak? Tentu kita akan kebingungan mencari driver motherboard kita bila jenis motherboard [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=86&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post-338">
<div>
<p>Ketika kita membeli komputer<em> second</em> ataupun baru tapi kehilangan CD driver, tentu kita akan kesulitan mencari driver untuk<em> motherboard</em> kita. Beberapa <em>motherboard</em> memang memiliki <strong><em>device driver</em></strong> yang “<strong>plug n play</strong>“, artinya ketika selesai di instal, semua <em>driver </em>langsung berfungsi dengan baik. Tapi kalau tidak? Tentu kita akan kebingungan mencari driver motherboard kita bila jenis motherboard nya pun kita tidak tahu.</p>
<p>Berikut, beberapa tips untuk menentukan jenis<strong> motherboard</strong> ataupun menentukan jenis <em>device driver</em> kita:</p>
<p>1. Hidupkan komputer kita, begitu komputer berbunyi “bep” cepat tekan Tombol <strong>Pause – Break</strong> yang ada di keyboard. Tampilan monitor akan seperti dibawah ini.</p>
<div id="attachment_339"><a href="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/booting-cd-rom-3.jpg"><img title="booting-cd-rom-3" src="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/booting-cd-rom-3.jpg?w=480&#038;h=301&#038;h=301" alt="" width="480" height="301" /></a>gambar milik http://syafran.files.wordpress.com/2009/01/booting-cd-rom-3.jpg</p>
</div>
<p>Lihat di pojok kiri bawah, dibawah tulisan <strong>“Press DEL to run Setup”</strong>. Yup! itu adalah jenis motherboard kita. Kita menemukan jenis motherboard kita adalah <strong>P2B</strong> dengan menggunakan chipset <strong> i440BX</strong>. Tulis di kertas, atau hapalkan. Searching di Google untuk menemukan drivernya.</p>
<p>Contoh lain:</p>
<div id="attachment_340"><a href="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/1z4g8xg.jpg"><img title="1z4g8xg" src="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/1z4g8xg.jpg?w=480&#038;h=360&#038;h=360" alt="" width="480" height="360" /></a>gambar milik http://i30.tinypic.com/1z4g8xg.jpg</p>
</div>
<p>Anda menemukan apa jenis motherboard anda? Ya, <strong>MCP68</strong>. Itu jenis motherboard anda. Sekarang anda bisa cari driver anda di mr.Google.</p>
<p>2. Pada beberapa jenis motherboard, Windows dapat mendeteksi jenis motherboard anda. Ayo kita coba, apakah jenis motherboar anda terbaca di Windows. Lari ke<em> start menu – run</em>. Ketikan <strong>dxdiag</strong> pada run menu. Maka akan keluar tampilan sebagai berikut.</p>
<div id="attachment_341"><a href="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/dxdiag.gif"><img title="dxdiag" src="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/dxdiag.gif?w=479&#038;h=344&#038;h=344" alt="" width="479" height="344" /></a>gambar milik http://www.petri.co.il/images/dxdiag.gif</p>
</div>
<p>Anda bisa baca disana:</p>
<p>- System Manufacturer : <strong>VIA Technologies, Inc. </strong></p>
<p>- System Model : <strong>KT600</strong></p>
<p>Anda bisa mencari di Google dengan keyword <strong>VIA KT600</strong>, atau <strong>KT600</strong> saja.</p>
<p>3. Bila di kedua cara diatas anda tidak menemukan, yang selanjutnya harus anda lakukan adalah membongkar Casing anda untuk melihat jenis motherboard. Beberapa Motherboard menuliskan jenis Motherboardnya di board-nya. Contohnya di bawah ini:</p>
<div id="attachment_342"><a href="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/sample-motherboard-03.jpg"><img title="sample-motherboard-03" src="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/sample-motherboard-03.jpg?w=406&#038;h=330&#038;h=330" alt="" width="406" height="330" /></a>gambar milik http://ebsoft.web.id/wp-content/uploads/2009/06/sample-motherboard-03.jpg</p>
</div>
<p>Terlihat jelas tipe motherboard anda <strong>ASUS P5W64 WS PRO</strong>. Lagi, cari di Google, ataupun situs driver langganan anda.</p>
<p>4. Ini alternatif terakhir. Bila dengan ketiga cara diatas anda tidak menemukan jenis driver anda, berarti anda harus mencari driver masing-masing dengan melihat chipset nya. Untuk menentukan driver VGA, anda melihat chipset VGA, dan untuk menentukan driver Sound, anda melihat chipset Soundnya.</p>
<div id="attachment_343"><a href="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/smd_ess_vibrattoii_chipset.jpg"><img title="SMD_ESS_VibrattoII_Chipset" src="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/smd_ess_vibrattoii_chipset.jpg?w=400&#038;h=357&#038;h=357" alt="" width="400" height="357" /></a>gambar diambil dari http://emnufus.blogspot.com/2009/06/chipset.html</p>
</div>
<p>Gambar di atas adalah Chipset Sound, jenis sound anda adalah <strong>ES6698FD</strong>.</p>
<p>Demikian tips dari saya untuk mengetahui jenis motherboard dan menemukan driver motherboard anda. Semoga membantu.</p>
</div>
</div>
<h3 id="comments">sumber: http://davidusman.wordpress.com/komputer-hardware/cara-manual-mengetahui-jenis-motherboard/</h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saidansam.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saidansam.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saidansam.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saidansam.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saidansam.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saidansam.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saidansam.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saidansam.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saidansam.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saidansam.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saidansam.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saidansam.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saidansam.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saidansam.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=86&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/11/cara-mengetahui-jenis-motherboard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550eba959b3a9a2492fd75c0b3fb30a1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">saidansam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/booting-cd-rom-3.jpg?w=480&#038;h=301" medium="image">
			<media:title type="html">booting-cd-rom-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/1z4g8xg.jpg?w=480&#038;h=360" medium="image">
			<media:title type="html">1z4g8xg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/dxdiag.gif?w=479&#038;h=344" medium="image">
			<media:title type="html">dxdiag</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/sample-motherboard-03.jpg?w=406&#038;h=330" medium="image">
			<media:title type="html">sample-motherboard-03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://davidusman.files.wordpress.com/2009/12/smd_ess_vibrattoii_chipset.jpg?w=400&#038;h=357" medium="image">
			<media:title type="html">SMD_ESS_VibrattoII_Chipset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AboUt RaM</title>
		<link>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/10/about-ram/</link>
		<comments>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/10/about-ram/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 16:20:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saidansam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saidansam.wordpress.com/2010/03/10/about-ram/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; EDO RAM EDO RAM dapat memberikan performa system 50% lebih cepat dibandingkan dengan DRAM. EDO RAM sama seperti FPM DRAM, dengan beberapa chace yang dibangun ke chip. Seperti FPM DRAM, EDO RAM memiliki kecepatan maksimal 50MHz EDO RAM uga harus membutuhkan L2 Cache untuk membuat semuanya berjalan dengan cepat, namun jika user tidak memilikinya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=83&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img src="http://i554.photobucket.com/albums/jj402/canbud/Edoram.jpg" border="0" alt="" width="250" height="100" />&nbsp;</p>
<div>
<p><strong>EDO RAM</strong><br />
EDO RAM dapat memberikan performa system 50% lebih cepat dibandingkan  dengan DRAM. EDO RAM sama seperti FPM DRAM, dengan beberapa chace yang  dibangun ke chip. Seperti FPM DRAM, EDO RAM memiliki kecepatan maksimal  50MHz  EDO RAM uga harus membutuhkan L2 Cache untuk membuat semuanya  berjalan dengan cepat, namun jika user tidak memilikinya, maka EDO RAM  akan berjalan jauh lebih lambat.</p>
<p><img src="http://i554.photobucket.com/albums/jj402/canbud/FPMRAM1.jpg" border="0" alt="" width="250" height="100" /><br />
<strong>FPM RAM (Fast Page Mode DRAM)</strong><br />
Fast Page Mode DRAM adalah model DRAM paling lama. Masalah yang sering  muncul dari FPM DRAM adalah kecepatan transfernya yang lambat yakni  maksimum 50MHz.</p>
<p><img src="http://i554.photobucket.com/albums/jj402/canbud/SDR_SDRAM.jpg" border="0" alt="" width="250" height="100" /><br />
<strong>SDRAM (Synchronous DRAM)</strong><br />
Hampir semua system menggunakan tegangan 3.3 volt, 168-pin SDRAM DIMM  ini. SDRAM bukanlah sebuah ekstensi dari seri EDO RAM yang lama, namun  merupakan tipe baru dari DRAM. SDRAM mulai berjalan dengan kecepatan  transfer 66MHz, sementara mode halaman DRAM dan EDO yang lebih lama akan  berjalan di maksimal 50MHz. SDRAM sekarang ini dapat berjalan dengan  kecepatan 133MHz (PC133), dan bakan hingga 180MHz atau lebih tinggi.  Untuk mempercepat kinerja processor, maka RAM generasi baru seperti DDR  dan RDRAM biasanya dapat mendukung performa yang lebih baik.</p>
<p><img src="http://i554.photobucket.com/albums/jj402/canbud/DDR_Memory.jpg" border="0" alt="" width="250" height="100" /><br />
<strong>DDR (Double Data Rate SDRAM)</strong><br />
DDR pada dasarnya memiliki kecepatan transfer dua kali lipat daripada  SDRAM. DDR akan beroperasi di 333MHz, dengan pengoperasian sebenarnya  166MHz * 2 (aka PC333 / PC2700) atau 133MHz*2 (PC266 / PC2100). DDR RAM  juga kompatibel dengan SDRAM secara fisik, namun menggunakan bus  parallel yang sama, sehingga membuat implemnetasi lebih mudah  dibandingkan RDRAM, yang merupakan teknologi berbeda.</p>
<p><img src="http://i554.photobucket.com/albums/jj402/canbud/RAMBUS-Memory.jpg" border="0" alt="" width="250" height="100" /><br />
<strong>Rambus RAM (RDRAM)</strong><br />
Selain harganya yang cukup mahal, Intel memberikan RDRAM untuk konsumen,  dan merupakan pilihan yang tepat untuk memori Intel Pentium 4. RDRAM  merupakan teknologi memory serial yang datang dengan tiga pilihan, yakni  PC600, PC700, dan PC800. PC800 RDRAM didesain dengan double maximum  kecepatan transfer daripada PC100 SDRAM, namun memiliki latensi tinggi.  RDRAM memiliki multi channel, seperti pada motherboard Pentium 4, yang  dapat menawarkan fungsi memori paling bagus, terutama ketika dipasangkan  dengan memory PC1066 RDRAM</p>
<p>**********************************************************</p>
<p>Mungkin sebagian dari anda masih belum tahu apa perbedaan dari RAM DDR1  dengan RAM DDR2, kalau anda belum tahu saya juga baru tahu akhir-akhir  ini saja , untuk itulah bagi yang butuh anda baca artikel ini secara</p>
<p><img src="http://u.kaskus.us/55/2lxzcj50.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>sekasama.perbedaan dari DDR1,DDR2,dan DDR3 dapat terlihat dari gambar  diatas&#8230;.</p>
<p>Adapun perbedaan pada fisik antara memori jenis DDR dengan jenis DDR2  yang pertama adalah pada jenis chip memori yang digunakan. Pada memori  jenis DDR, chip memori (IC)yang digunakan pada board modul memori adalah  adalah jenis TSOP (Thin Small-Outline Packege). Bentuknya adalah empat  persegi panjag dengan kaki-kaki di sisi kiri dan kanannya. Jarang sekali  modul memori DDR yang menggunakan chip memori jenis BGA.</p>
<p>Pada memori jenis DDR2, jenis chip memori yang digunakan adalah tipe BGA  (Ball Grid Away). Bentuknya ada yang empat persei panjang, adapula yang  berbentuk bujur sangkar. Tetapi, tidak seperti chip memori jenis TSOP,  kaki-kaki pada memori jenis BGA tidak terlihat mata karena terletak  dibawah chip dan langsung dan langsung ditancapkan ke board modul  memori.</p>
<p>Perbedaan secara fisik lainnya yang dapat dilihat secara kasat mata  adalah pada notch yang tersedia di board memori di bagian golden finger  alias konektor slot memori di motherboard. Pada jenis memori DDR2, notch  ini terletak sedikit lebih ke tengah board modul memori, sedangkan pada  memori DDR, notch ini terletak sedikit ke arah sisi kanan.</p>
<p>Perbedaan secara fisik terakhir yang dapat dilihat dengan mudah adalah  jumlah pin yang digunakan. Memori DDR memiliki pin sebanyak 184 buah  (92-pin di setiap sisinya), sedangkan memori jenis DDR2 memiliki pin  yang lebih kecil dan padat Jumlahnya 240 buah (120-pin di setiap sisi).</p>
<p>Dari sisi kecepatan, memori jenis DDR2 yang terendah adalah yang  memiliki clock speed 200MHz (DDR2 400 atau PC-3200), sedangkan memori  jenis DDR adalah yang memiliki clock speed 100MHz (DDR 200 atau  PC-1600). Memori jenis DDR tertinggi yang didukung resmi oleh JEDEC  (Joint Electron Divice Engineering Council) atau badan standarisasi  industri elektronik dan semikonduktor adalah DDR 400 (PC-3200) sedangkan  memori DDR2 yang saat ini sudah tercatat sebagai standar memori DDR2  adalah DDR2 400 (PC-3200), DDR2 533 (PC-4300), DDR2 667 (PC-5300), dan  DDR2 800 (PC-6400).</p>
<p>Dari sisi kinerja, dengan clock speed yang yang sama, sistem yang  menggunakan jenis memori DDR biasanya memiliki kinerja yang relatif sama  dengan sistem yang menggunakan memori DDR2. Pada banyak kasus, malah  kinerja yang menggunakan memori DDR lebih baik dari pada DDR2. Hal ini  dimungkinkan karena latency dan timing memori DDR lebih baik  dibandingkan dengan memori DDR2. Tetapi kembali lagi. Memori jenis DDR  tidak ada yang diproduksi dengan kecepatan melebihi 600MHz, sedangkan  DDR2 masih bsa dipatok pada kcepatan jauh di atas itu. Saat ini ada  varian baru lagi dari memori RAM, yakni DDR3 yang memiliki clock speed  yang lebih besar dibandingkan dengan DDR2.</p>
<p>.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saidansam.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saidansam.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saidansam.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saidansam.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saidansam.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saidansam.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saidansam.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saidansam.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saidansam.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saidansam.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saidansam.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saidansam.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saidansam.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saidansam.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=83&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/10/about-ram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550eba959b3a9a2492fd75c0b3fb30a1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">saidansam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i554.photobucket.com/albums/jj402/canbud/Edoram.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i554.photobucket.com/albums/jj402/canbud/FPMRAM1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i554.photobucket.com/albums/jj402/canbud/SDR_SDRAM.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i554.photobucket.com/albums/jj402/canbud/DDR_Memory.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i554.photobucket.com/albums/jj402/canbud/RAMBUS-Memory.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://u.kaskus.us/55/2lxzcj50.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Buat yang Masih Ragu Putusin Pacar</title>
		<link>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/02/buat-yang-masih-ragu-putusin-pacar/</link>
		<comments>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/02/buat-yang-masih-ragu-putusin-pacar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saidansam</dc:creator>
				<category><![CDATA[ABG]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[muda]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[teenage]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saidansam.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[BANYAK alasan untuk memutuskan sang pacar. Tapi di antara berjuta alasan yang ada, takut dosa adalah alasan paling keren dan bertanggung jawab dibandingkan yang lain. Kamu jadi males pacaran karena sudah nyadar bahwa pacaran hanya sebuah upaya untuk dekat-dekat dengan zina. Dan kamu juga telah tahu bahwa zina adalah sebuah jalan yang buruk untuk ditempuh. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=80&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/putus-pacar.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" alt="" /></div>
<p><strong>BANYAK </strong>alasan  untuk memutuskan sang pacar. Tapi di antara berjuta alasan yang ada,  takut dosa adalah alasan paling keren dan bertanggung jawab dibandingkan  yang lain. Kamu jadi males pacaran karena sudah nyadar bahwa pacaran  hanya sebuah upaya untuk dekat-dekat dengan zina. Dan kamu juga telah  tahu bahwa zina adalah sebuah jalan yang buruk untuk ditempuh.</p>
<p>Bagi  cowok, kamu sudah paham bahwa pacaran itu hanya sebuah cara untuk  melecehkan cewek. Kamu ingin menempuh cara baru dalam menghormati cewek  yaitu dengan jalan menikah saja. Nah, karena masih usia sekolah pake  seragam putih abu-abu (SMA) atau bahkan putih biru (SMP) maka niat itu  ditunda dulu sementara waktu. Caranya adalah memutuskan sang pacar  dengan baik-baik dan mengajaknya untuk sama-sama belajar dan mengamalkan  Islam dengan baik dan benar.</p>
<p>Masalahnya, memutuskan pacar tak  mudah seperti membalik telapak tangan. Kamu sudah terlanjur sayang  padanya. Kamu tak ingin menyakiti hatinya. Tapi di satu pihak, kamu tak  mungkin melanjutkan hubungan tanpa status tersebut. Apalagi cowok  biasanya paling gak tahan kalo melihat cewek nangis, terlebih ini cewek  yang sangat disayanginya. Trus, gimana donk?</p>
<blockquote><p>&#8230;memutuskan pacar tak mudah seperti  membalik telapak tangan. Kamu sudah terlanjur sayang padanya. Kamu tak  ingin menyakiti hatinya&#8230;</p></blockquote>
<p>Ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh.  Pertama, kamu berusaha menemuinya langsung tapi dengan syarat tak boleh  khalwat alias berdua-duaan tanpa non mahrom. Suruh si dia bawa teman  ceweknya. Dengan bertemu langsung, kamu bisa menjelaskan alasanmu ingin  putus. Semuanya karena Allah semata, bukan karena ada pihak ketiga atau  cewek lain di hatimu. Kalo kamu merasa berat bertemu dengannya karena  khawatir dia histeris atau nangis, ada cara kedua yaitu menulis surat.  Karena teknologi sudah canggih, boleh tuh pake email atau surat  elektronik. Tapi jangan pake sms ya karena namanya aja Short Messaging  System alias pesan pendek, kamu jadi gak leluasa menjelaskan alasanmu ke  dia.</p>
<p>Bagaimana kalau setelah mengetahui keputusanmu, si mantan  tak terima? Mungkin saja dia bakal nangis mendatangi kamu karena tak  ingin diputusin. Bisa juga dia marah-marah dan memakimu di depan umum.  Atau bahkan kemungkinan terburuk dia bisa jadi jatuh sakit karena tidak  ingin kamu putusin.</p>
<p>Kalem Bro, semua itu merupakan ujian bagi  keimananmu saat ini. Dengan semua reaksi sang mantan di atas, Allah  ingin melihat sejauh mana keteguhan imanmu untuk taat pada-Nya.  Keteguhan disini bukan berarti bertindak kasar loh. Kamu tetap harus  baik dan lembut sama cewek. Baik dan lembut itu tak menghalangi kamu  untuk bersikap tegas pada pendirianmu bahwa pacaran kalian tak bisa  dilanjutkan lagi. Nasehati dia dan pahamkan bahwa Islam tak mengenal  pacaran sebelum nikah. Bila memang berjodoh, satu ketika nanti kalian  berdua pasti akan dipertemukan lagi oleh Allah pada kondisi yang  diridhoi-Nya yaitu dalam ikatan pernikahan.</p>
<p>Jangan lupa, bawa serta dalam doamu  bahwa Allah akan melunakkan hatinya agar bisa menerima keputusanmu itu.  Bukan itu saja, doakan juga ia segera sadar dan tidak akan mengulangi  aktifitas pacaran lagi. Kamu bisa mencoba menghubungi aktifis rohis  (kerohanian Islam) yang akhwat (cewek maksudnya) agar mendekati sang  mantan supaya ia juga mau mengaji Islam dan paham hukum-hukum Allah yang  lain.</p>
<blockquote><p>&#8230;bawa serta dalam doamu bahwa Allah akan  melunakkan hatinya agar bisa menerima keputusanmu itu. Bukan itu saja,  doakan juga ia segera sadar dan tidak akan mengulangi aktifitas pacaran  lagi&#8230;</p></blockquote>
<p>Nah, sekarang kamu gak takut lagi kan  sang pacar akan sakit hati ketika kamu putusin? Kalo berbagai cara di  atas sudah kamu tempuh dan si mantan tetap keukeuh sakit hati dan tak  menerima keputusanmu, maka serahkan semua pada Allah. Cewek seperti itu  benar-benar tak pantas untukmu. Diajak untuk takut dosa malah nantang.  Diajak tobat malah kumat jahatnya. Inilah momen untuk kamu ketahui bahwa  ternyata cewek yang pernah kamu pacari adalah orang yang keras hatinya  dan susah diajak kepada kebenaran. Maka, biarkan saja.</p>
<p>Yakinlah  bahwa Allah akan memberimu ganti dengan seseorang yang jauh lebih baik  darinya, kelak bila kamu sudah siap untuk berumah tangga. Untuk saat  ini, fokus dulu pada belajar dan berprestasi setinggi-tingginya ya.  Jangan khawatir soal jodoh karena sejak mula ruhmu ditiupkan dalam rahim  ibu, pasangan jiwa itu sudah ada untukmu. Tinggal kamunya saja mau  menjemputnya dalam kondisi haram atau halal. It’s up to you, Bro. Muslim  cerdas pastilah memilih yang halal yaitu tanpa pacaran sebelum nikah.  Keren kan? Siip dah! ^_^</p>
<p>[ria fariana/voa-islam.com]</p>
<p>http://voa-islam.com/teenage/young-spirit/2010/02/02/3040/buat-yang-masih-ragu-putusin-pacar/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saidansam.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saidansam.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saidansam.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saidansam.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saidansam.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saidansam.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saidansam.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saidansam.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saidansam.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saidansam.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saidansam.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saidansam.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saidansam.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saidansam.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=80&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saidansam.wordpress.com/2010/03/02/buat-yang-masih-ragu-putusin-pacar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550eba959b3a9a2492fd75c0b3fb30a1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">saidansam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/putus-pacar.jpg&#038;h=235&#038;w=355&#038;zc=1" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PEMUDA IDEAL!</title>
		<link>http://saidansam.wordpress.com/2009/10/24/pemuda-ideal/</link>
		<comments>http://saidansam.wordpress.com/2009/10/24/pemuda-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 13:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saidansam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saidansam.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang kamu pikirin kalo denger kalimat bahwa Pemuda adalah Generasi Penerus Bangsa? Terus apanya yang di terusin? Hehehe, siapa lagi yang akan menerusakan perjuangan dan dakwah yang sudah dilakukan para kaum tua yang telah mendahului kita yang pastinya Pemuda, pemuda yang mempunyai akhlak yang baik dan tentunya memiliki Ilmu pengetahuan yang luas. Pemuda berperan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=71&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang kamu pikirin kalo denger kalimat bahwa Pemuda adalah Generasi Penerus Bangsa? Terus apanya yang di terusin? Hehehe, siapa lagi yang akan menerusakan perjuangan dan dakwah yang sudah dilakukan para kaum tua yang telah mendahului kita yang pastinya Pemuda, pemuda yang mempunyai akhlak yang baik dan tentunya memiliki Ilmu pengetahuan yang luas.</p>
<p>Pemuda berperan penting dalam kehidupan didunia ini, Potensi yang dimiliki sangat besar jika diasah dan disinergikan, potensi-potensi itu akan menghasilkan ledakan yang dahsyat. Tapi percuma saja kalo pemudanya bermalas-malasan, tidak bersemangat dan mudah putus asa apa lagi kalo di ajak holaqoh atau ngaji aja susah? Hmm, kalo begitu gimana mau jadi pemuda muslim yang ideal?</p>
<p>Katanya “Yang muda yang berkarya dan jangan cuma bicara” kalo menulis di Gaul Islam gimana tuh? Hehehe Insya Allah tulisan ini sebagai wujud nyata sumbangan pemikiran dan dakwah, usaha untuk menyemangati dan mengkritisi kondisi pemuda saat ini. Prikitiw!</p>
<p>Bro en sis! seperti yang kita ketahui banyak perubahan besar yang terjadi dan dilakukan oleh pemuda, coba kita flashback pada masa detik-detik kemerdekaan bangsa Indonesia, semangat para pemuda saat itu luar biasa  sampai-sampai Ir. Soekarno diculik oleh golongan Pemuda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia jangan lupa juga momentum sumpah pemuda yang bertekat untuk bersatu membangun bangsa,<span style="color:#0000ff;"> semangat!!!</span></p>
<p>Dalam sejarah Islam kita lihat pembinaan pertama yang dilakukan Rasulullah SAW terhadap para pemuda. Yang termuda, Ali bin Abi Thalib berusia 8 tahun hampir sama dengan Az-Zubair bin Al’Awwam, kemudian Ja’far bin Abi Thalib (18), Usman bin Affan (20), Umar bin Khattab (26), Usman bin Zaid pada usianya yang masih cukup belia (18) Rasulullah SAW mengangkatnya menjadi Penglima Perang memimpin pasukan muslimin dalam penyerbuan ke wilayah Syam yang berada dalam kekuasaan Romawi.</p>
<p>“<em>Tidak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja (30-40 tahun). Begitu pula tidak ada seorang alim pun yang diberi ilmu melainkan ia dari kalangan pemuda</em>.” Ibnu Abbas rs.</p>
<p>“<em>Kami mendengar ada seorang pemuda ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala, namanya Inrahim</em>.” (TQS. Al-Anbia: 60)<br />
<span id="more-71"></span><br />
Pemuda-pemuda seperti merekalah yang kita patut teladani, ilmu pengetahuan, semangat berjuang, jiwa berkorban dan ketakwaan semata-mata hanya mengharap ridho Allah dan RasullnNya.</p>
<p><strong>Patut diberi apresiasi</strong><br />
Di zaman sekarang ini kita patut bangga atas prestasi pemuda Indonesia dalam berbagai bidang. Di bidang sains, pemuda Indonesia menjuarai olimpiade Internasional seperti meraih piala Perak pada tahun 2008 lalu, dalam ajang Internasional Mathematics Olympiad (IMO), Internasional Biology Olympiad (IBO) dan banyak lagi. Nggak ketinggalan dalam bidang teknologi, bidang olah raga nggak sedikit meraih prestasi yang membanggakan, disisilain dalam bidang ini pemerintah sepertinya kurang serius dalam memberdayakan SDM pemuda, bisa kita lihat dari kesejahteraan para atlit boleh dibilang masih kurang malah sampai ada atlit yang terpaksa menjalani propesi sampingan sebagai tukang asongan, supir angkot dan lainnya. Hmmm coba perhatiin juga Tim Sepakbola Indonesia, kita berharap bisa menjuarai Piala Dunia bukan hal yang mustahilkan?, jangan hanya menang dalam pentas adu jotos, tawuran ketika para sporter kecewa atas kekalahan tim kesayangannya, juga ada yang sampai meninggal demi hal yang kurang patut diperjuangkan hmm?? Walaupun semangatnya berapi-api tapi jangan dicontoh loh.</p>
<p>Diantara segudang prestasi yang diraih nggak kalah banyak juga Pemuda yang terjerumus dalam pergaulan yang salah fatal, budaya seks bebas yang seakan sudah biasa di kehidupan  Kota-kota besar, penyalah gunaan obat-obatan terlarang, Narkoba sebagai  pelarian atas problem hidup yang amat berat, padahal pakai Narkoba bukan solusi yang gentleman “nggak cowok banget dach!” banyak yang meninggal akibat OD (over Dosis). Belum kasus yang sering muncul di media tentang aborsi, akibat pergaulan seks bebas, apa mungkin si perempuan belum siap atas kehamilannya dan status buruk yang dicap kemudian menggugurkan kehamilannya, lebih tidak manusiawi lagi si jabang bayi yang sudah dilahirkan sengaja dibunuh oleh ibunya, wadduh binatangpun nggak sekejam itu dech?</p>
<p>Belum lagi kasus pelajar yang <span style="color:#ff0000;">putus asa karena nggak lulus Ujian Nasional</span>? Mengambil Jalan pintas karena merasa malu akhirnya bunuh diri, wow! Penyerahan diri sepenuhkanya kepada Allah ya bukan begitu caranya bro! kalo mau berserah diri kepada Allah SWT atau malu terhadap linkungan sekitar karena nggak lulus, mending kabur aja dari rumah terus cari pesantren yang gratisan enak toh? Syarat masuk ke Pesantren nggak harus lulus Ujian Nasional kok, Iya toh, mantep toh?</p>
<p>Budaya <span style="color:#ff0000;">konsumerisme </span>dan Gaya hidup mewah mungkin udah mendarah daging dikehidupan remaja perkotaan, doktrin kapitalisme membuat mereka terperosok ke dalam nafsu individualisme dan materialisme, ironisnya saat ada teman yang mendakwah tapi dengan seenaknya berkata “<span style="color:#ff6600;">Urusin aja diri elo sendiri, ngapain repot-repot ngurususin gue!? udah dech urusan kayak begini nggak usah disangkut pautin sama masalah Agama</span>”, Waduh, masih untung ada yang mau peduli kesesama temannya, apa jadinya dunia! jika semua manusia menjadi individualistis?</p>
<p><strong>Remaja Sekuler.</strong><br />
Bro en Sis, sebelumnya saya bukan ingin menghakimi atau mencerca saudara-saudara lainya tapi kita juga wajib kritis dan menyadarkan bahwa masih banyak remaja yang mengaku Islam tapi nggak mau menkaji ajaran Agamanya sendiri, seiring perkembangan zaman malah membuat remaja menjadi sekuler! Coba tanyakan pada pemuda-pemuda yang mengaku Islam yang sedang berlalu-lalang di jalan untuk menyebutkan 12 nama bulan dalam Islam? Pasti banyak yang tidak hafal dan terbata-bata menyebutkannya, tapi giliran ditanya bulan masehi? Anak Sekolah Dasarpun lancar nyerocos, kayak busway yang lagi ngebrutss. Repot-repot tanya soal bulan Hijriah coba dech tanya dulu huruf Hizaiyah? Hehehe. Demokrasi mengajarkan kita untuk mengagungkan kebebasan, dan hasilnya kerusakan!. Bro en Sis, “kita jangan jadi Bebek” alias mengikuti budaya barat mulai dari pakaian, hedonisme, hura-hura, pergaulan bebas terus suka mengkonsumsi narkoba. Pemuda adalah penerus bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin Negara bahkan dunia. Negara pastinya hancur jika remaja tidak segera diselamatkan.</p>
<p><strong>Solusi &amp; Kriteria Pemuda Ideal</strong><br />
Solusinya hanya ada satu yaitu kembali kepada Islam yang Kaffah. Jangan setengah-setengah agar kita menjadi pemuda yang Ideal menurut Islam. Islam adalah agama yang amat memuliakan dan perhatian terhadap pemuda. Dalam Al-Qur’an mengkisahkan tentang Ashabul Kahfi, cerminan sekelompok pemuda yang beriman dan tegar keimannya kepada Allah SWT. Mereka berani meninggalkan kaumnya yang mayoritas menyimpang dari ajaran Allah dan penguasa dzalim sementara ratusan orang dibinasakan, diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak. sekelompok pemuda itu bersembunyi kedalam sebuah gua dan Allah SWT menyelamatkannya dengan menidurkan mereka selama 309 tahun, Subhannallah! Gimana sih kriteria pemuda Islam yang ideal? dan Sifat-sifat dasar yang dituntut dari pemuda Islam? Nah tetep baca artikel ini.</p>
<p>Oke deh kita bahas Yuk! ini juga perlu jadi catatan dan tolak ukur buat kita, menurut Dr. M. Manzoor Alam (1989 : 40-43) kriteria dan sifat-sifat dasar tersebut adalah :</p>
<p><span style="color:#008000;">Pertama, percaya dan hanya menyembah kepada Allah.</span><br />
“<em>Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepada anaknya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman besar.</em>” (TQS. Luqman :13)</p>
<p><span style="color:#008000;">Kedua</span>, <span style="color:#008000;">berbuat baik atau berbakti kepada kedua orang tua</span>, Islam menekankan pentingnya berbuat kepada kedua orang tua dan merupakan bagian terhadap penyembahan terhadap Allah Yang Maha Kuasa.<br />
“<em>Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia</em>”. ((QS. Al Israa : 23)</p>
<p><span style="color:#008000;">Ketiga</span>, <span style="color:#008000;">jujur dan bertanggung jawab</span>, pemuda Islam patutnya berikhtiar untuk memanfaatkan amanah yang berupa kekayaan, kedudukan, kesehatan, tindakan, pengetahuan dan lainya. sebagaimana Firman Allah SWT:<br />
“<em>Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh Telah kami binasakan. dan cukuplah Tuhanmu Maha mengetahui lagi Maha melihat dosa hamba-hamba-Nya.</em>” (QS. Al Israa : 16-17).</p>
<p><span style="color:#008000;">Keempat,  persaudaraan dan kasih sayang,</span> Pemuda Islam juga harus memiliki sifat kasih sayang antar sesamanya dan hendaknya dibarangi dengan semangat berkorban.<br />
“<em>Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat</em>.” (QS. Al Hujuraat : 10).</p>
<p><span style="color:#008000;">Kelima, yang terakhir adalah bermusyawarah</span>, setiap individu memiliki perbadaan, agar tidak terjadi perpecahan dan kesalah fahaman dalam bermasyarakat, tentunya Pemuda Islam juga harus perpegang teguh pada norma-norma permusyawarahan. Seperti yang telah diamanatkan Allah SWT. :<br />
“<em>Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma&#8217;afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya</em>”. (QS. Ali’Imran:159)</p>
<p><strong>Apa yang bisa kita lakukan?</strong><br />
Wah, indah banget dech kalau saja sifat-sifat dasar tersebut ada di dalam pemuda Muslim Indonesia, pastinya akan membawa perubahan dan kemajuan ke arah yang jauh lebih baik. Point yang bisa kita ambil adalah teramat penting ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Jika hidup kita disibukkan dengan urusan Agama (Islam) tentu urusan duniawi akan mengikuti dengan baik namun sebaliknya jika kita hanya berjibaku hanya urusan duniawi alhasil hanya kenikmatan fatamorgana yang kita dapat, penyesalan dan kehancuran. Yang lebih mendasar adalah perkara Aqidah, seharusnya kita lebih memahami dan menerapkan Aqidah yang benar.</p>
<p>Bukan perkara sulit untuk mewujudkannya jika kita mau melakukan perubahan mulai pada diri kita sendiri, jangan cuma bicara “Talk less  do more” Hehe. Hal kecil yang bisa kita lakukan adalah berdakwah, karena merupakan kewajiban setiap Muslim untuk mengingkan kejalan yang benar dan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Jangan sampai mencela orang-orang yang berbuat salah karena itu akan membuat mereka semakin gila dalam kesalahan, jangan sampai kita berdakwah namun menganggap kita lebih tinggi lebih berilmu dari mereka yang kita dakwahi karena biarlah Allah yang menentukan derajat kemuliaan seseorang.</p>
<p>Bro en Sis, Masalah hidup pasti nggak akan habis tapi hanya ada satu solusi yang tepat, yaitu “Hadapi”. Pertanyaannya adalah bagaimana mewujudnyakan supaya kita menjadi pemuda yang ideal menurut Islam? Hmm tentunya dengan Belajar sebagai langkah awal mendalami Islam yang seutuhnya kemudian segera menyampaikan Ilmu yang kita dapat kepada teman-teman yang lainnya. Oh indahnya jika semua itu bisa terwujud. (Samsi) link to : gaulislam.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saidansam.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saidansam.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saidansam.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saidansam.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saidansam.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saidansam.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saidansam.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saidansam.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saidansam.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saidansam.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saidansam.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saidansam.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saidansam.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saidansam.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=71&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saidansam.wordpress.com/2009/10/24/pemuda-ideal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.589166 106.792999</georss:point>
		<geo:lat>-6.589166</geo:lat>
		<geo:long>106.792999</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550eba959b3a9a2492fd75c0b3fb30a1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">saidansam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(JALAN KEIMANAN) Jangan cuma ikut2an, MARI BERFIKIR&#8230;</title>
		<link>http://saidansam.wordpress.com/2009/10/11/jalan-keimanan-jangan-cuma-ikut2an-mari-berfikir/</link>
		<comments>http://saidansam.wordpress.com/2009/10/11/jalan-keimanan-jangan-cuma-ikut2an-mari-berfikir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 12:38:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saidansam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saidansam.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin bagi kawan-kawan aktivis dakwah atau yang rajin mencari kebenaran yang hakiki dan menuju Islam yang kaffah, sudah/pernah membaca buku ini, namun saya hanya ingin berbagi Ilmu dengan teman lainnya dan mungkin bisa kita diskusikan disini. Berikut adalah kutipan yang menurut saya bagus sebagai bahan pemikiran kita tentang eksistensi sang Khaliq/Pencipta, yang merupakan landasan dasar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=67&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin bagi kawan-kawan aktivis dakwah atau yang rajin mencari kebenaran yang hakiki dan menuju Islam<br />
yang kaffah, sudah/pernah membaca buku ini, namun saya hanya ingin berbagi Ilmu dengan teman lainnya<br />
dan mungkin bisa kita diskusikan disini.</p>
<p>Berikut adalah kutipan yang menurut saya bagus sebagai bahan pemikiran kita tentang<br />
eksistensi sang Khaliq/Pencipta, yang merupakan landasan dasar keimanan manusia.</p>
<p>&#8230;.Seluruh problema kehidupan yang harus dipecahkan dengan benar, yaitu<br />
Pemecahan yang SESUAI dengan FITRAH MANUSIA, memuaskan AKAL dan memberikan KETENANGAN HATI.<br />
Pemecahan yang benar itu tidak dapat ditempuh kecuali dengan Al Fikru Mustanir yaitu pemikiran yang sangat mendalam<br />
yang mencakup hakekat segala sesuatu, termasuk semua hal yang berhubungan dengannya&#8211;tentang alam semesta, manusia<br />
dan hidup (nyawa/biotik).</p>
<p><span id="more-67"></span><br />
Islam dibangun di atas satu dasar yaitu Aqidah:<br />
Aqidah tersebut menjelaskan bahwa di balik alam semesta, manusia dan hidup (nyawa/biotik), terdapat Pencipta (Al Khaliq)<br />
yang telah menciptakan ketiganya, serta yang telah menciptakan segala sesuatu lainnya, Dialah Allah SWT. Juga bahwasanya<br />
Pencipta ini telah menciptakan segala sesuatu dari TIDAK ada menjadi ADA. Ia bersifat wajibul wujud, wajib adanya,<br />
sebab kalu tidak demikian, berarti Ia tidak mampu menjadi Khaliq. Dan Ia BUKAN MAHKLUK, karena sifatNya sebagai Pencipta<br />
memastikan bahwa diriNya bukan mahkluk, serta dengan pasti pula bahwa Ia mutlak adanya, karena segala sesuatu menyandarkan<br />
wujud atau eksistensinya kepada diriNya, sementara Ia tidak bersandar kepada apapun.</p>
<p>Bukti bahwa segala sesuatu mengharuskan adanya Pencipta yang menciptakannya, sesungguhnya dapat diterangkan sebagai berikut:<br />
bahwa segala sesuatu dapat dijangkau oleh akal terbagi dalam tiga unsur, yaitu manusia, alam semesta dan hidup (nyawa/biotik).<br />
Ketiga unsur ini bersifat terbatas, lemah, serba kurang, serta saling membutuhkan antara satu dengan yang lain.<br />
Misalnya manusia:</p>
<p>1.Manusia terbatas sifatnya, karena ia tumbuh dan berkembang sampai pada batas tertentu yang tidak<br />
dapat dilampauinya lagi. Karena itu, jelas bahwa manusia bersifat terbatas.</p>
<p>2.Begitu pula halnya dengan hidup (nyawa/biotik). Juga bersifat terbatas, karena penampakaanya bersifat individual semata.<br />
Bahkan, apa yang kita saksikan selalu menunjukkan bahwa hidup ini berakhir pada satu individu saja. Dengan demikian, jelas<br />
bahwa hidup itu bersifat terbatas.</p>
<p>3.Alam semesta pun demikian, memiliki sifat terbatas. Sebab, alam semesta merupakan himpunan dari benda-benda angkasa<br />
yang setiap bendanya memiliki keterbatasan. Sedangkan himpunan segala sesuatu yang terbatas, tentu terbatas pula sifatnya.<br />
Jadi, alam semesta pun bersifat terbatas.</p>
<p>Kini jelaslah bagi kita bahwa manusia, hidup (nyawa/biotik) dan alam semesta,<br />
ketiganya bersifat terbatas.</p>
<p>Apabila kita melihat kepada segala sesuatu yang bersifat terbatas, akan kita simpulkan bahwa semuanya tidak &#8220;azali&#8221;,<br />
tidak berawal dan tidak berakhir. Sebab bila sifat azali, tentu tidak mempunyai keterbatasan. Dengan demikian<br />
jelaslah bahwa segala sesuatu bahwa SEGALA YANG TERBATAS pasti diciptakan oleh &#8220;SESUATU YANG LAIN&#8221;, &#8220;sesuatu yang lain&#8221;<br />
inilah yang disebut Al Khaliq. Dialah yang menciptakan keberadaan manusia, hidup dan alam semesta.</p>
<p>Dalam MENENTUKAN KEBERADAAN PENCIPTA ini akan kita dapati 3 KEMUNGKINAN:<br />
I.   Ia diciptakan oleh yang lain<br />
II.  Ia menciptakan diriNya sendiri<br />
III. Ia bersifat azali dan wajibul wujud.</p>
<p>KEMUNGKINAN PERTAMA bahwa Ia diciptakan oleh yang lain adalah kemungkinan yang bathil, tidak dapat diterima oleh akal.<br />
Sebab, bila benar demikian, tentulah Ia bersifat terbatas, ada yang menentukan awalnya.<br />
begitu pula dengan KEMUNGKINAN KEDUA yang menyatakan bahwa Ia menciptakan DiriNya sendiri. Sebab,<br />
bila demikian berarti Dia sebagai MAHKLUK DAN KHALIQ pada saat BERSAMAAN. Suatu hal yang jelas-jelas tidak dapat diterima.<br />
Oleh karena itu, Al Khaliq harus bersifat AZALI dan WAJIBUl WUJUD. Diala Allah SWT.</p>
<p>Ssungguhnya SIAPA SAJA yang mempunyai AKAL akan mampu membuktikan &#8211;hanya dengan adanya benda-benda yang dapat diinderanya<br />
&#8211;bahwa dibalik benda-benda itu pasti terdapat Pencipta yang telah menciptakannya.<br />
Untuk membuktikan adanya Al Khaliq Yang Maha Pengatur, sebenarnya hanya cukup dengan mengalihkan perhatian manusia terhadap<br />
benda-benda yang ada di alam semesta. Oleh karena itu dalam Al Quraan, telah dibeberkan ratusan ayat berkenaan dengan<br />
ajakan untuk mengamati dan memfokuskan perhatian terhadap segala sesuatu yang ada disekelilingnya yang berhubungan denganya,<br />
agar dapat membuktikan adanya Allah SWT.</p>
<p>Kendati wajib atas manusia menggunkan akalnya dalam mencapai iman kepada Allah SWT, namun tidak mungkin ia menjangkau apa yang<br />
ada diluar batas kemampuan indera dan akalnya. Sebab sifat dan kekuatan akal manusia TERBATAS berapapun tingginya tingkatannya.<br />
Melihat kenyataan ini, maka PERLU DIINGAT bahwa AKAL TIDAK mampu MENJANGKAU DZAT Allah dan hakekatNya.<br />
Sebab, Allah SWT itu berada diluar ketiga unsur pokok alami (alam semesta, manusia dan hidup/biotik) di atas.<br />
Sedangkan AKAL manusia tidak mampu memahami apa yang ada diluar jangkauannya.<br />
walhasil, ia tidak akan mampu memahami DZAT Allah.<br />
dst&#8230;&#8230;.&#8221;</p>
<p><em>sumber@ &#8220;PERATURAN HIDUP DALAM ISLAM&#8221; Taqiyyudin An Nabahani</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/saidansam.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/saidansam.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/saidansam.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/saidansam.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/saidansam.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/saidansam.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/saidansam.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/saidansam.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/saidansam.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/saidansam.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/saidansam.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/saidansam.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/saidansam.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/saidansam.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=saidansam.wordpress.com&amp;blog=8365127&amp;post=67&amp;subd=saidansam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://saidansam.wordpress.com/2009/10/11/jalan-keimanan-jangan-cuma-ikut2an-mari-berfikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/550eba959b3a9a2492fd75c0b3fb30a1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">saidansam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
